Logo Harian.news

MAKASSAR

Akibat Perubahan Iklim, Warga Pesisir Terjerat Utang Rentenir

Editor : Redaksi II Rabu, 17 Juni 2026 15:42
Direktur LBH APIK Sulsel Rosmiati (tengah) saat menjelaskan hasil penelitiannya tentang krisis iklim yang menimpa perempuan di Makassar. (Dok. Gita/HN)
Direktur LBH APIK Sulsel Rosmiati (tengah) saat menjelaskan hasil penelitiannya tentang krisis iklim yang menimpa perempuan di Makassar. (Dok. Gita/HN)

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Dampak perubahan iklim tidak hanya dirasakan melalui menurunnya hasil tangkapan nelayan dan produksi pertanian. Di balik tekanan ekonomi yang semakin berat, masyarakat pesisir kini menghadapi persoalan baru berupa jeratan utang dari rentenir.

Direktur LBH APIK Sulawesi Selatan, Rosmiati Sain, mengungkapkan kondisi tersebut ditemukan dalam penelitian yang dilakukan bersama sejumlah lembaga terkait ketahanan iklim dan ekonomi masyarakat pesisir.

Baca Juga : Kemendagri Perkuat Partisipasi Perempuan, Anak, dan Disabilitas dalam Musrenbang di Makassar

Menurut Rosmiati, berkurangnya pendapatan akibat cuaca ekstrem dan menurunnya hasil tangkapan membuat banyak keluarga kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Situasi tersebut mendorong sebagian warga mencari jalan pintas dengan meminjam uang kepada rentenir.

“Ketika penghasilan berkurang sementara kebutuhan rumah tangga terus berjalan, termasuk biaya pendidikan anak, banyak warga akhirnya tergoda mengambil pinjaman dari rentenir yang ada di sekitar mereka,” ujarnya dalam kegiatan Workshop Pemangku Kepentingan dan Panel Diskusi Ketahanan Iklim yang digelar di Hotel Swisbell Water Front, Rabu (17/06/2026).

Ia menjelaskan, skema pinjaman yang ditawarkan rentenir sering kali justru menjerat masyarakat karena disertai bunga tinggi dan mekanisme pembayaran yang memberatkan.

Baca Juga : Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Sektor Kakao Jadi Fokus Learning Event Save the Children Indonesia di Sulsel

“Awalnya terlihat membantu, tetapi sebenarnya menjadi jeratan baru. Ketika tidak mampu membayar tepat waktu, bunga terus bertambah dan akhirnya memperburuk kondisi ekonomi keluarga,” katanya.

Rosmiati menilai persoalan tersebut perlu mendapat perhatian serius pemerintah karena merupakan dampak turunan dari krisis iklim yang selama ini belum banyak disorot.

Menurutnya, perubahan iklim tidak hanya berdampak pada sektor lingkungan dan ekonomi, tetapi juga melahirkan persoalan sosial yang semakin kompleks di tingkat keluarga dan komunitas.

Baca Juga : Perempuan Pelosok Jadi Ujung Tombak Pegadaian MengEMASkan Indonesia

Karena itu, pihaknya mendorong pemerintah menghadirkan akses pembiayaan yang lebih inklusif dan terjangkau bagi masyarakat pesisir agar mereka tidak bergantung pada pinjaman informal yang berisiko tinggi.

Rekomendasi tersebut telah dimasukkan dalam policy brief hasil penelitian yang akan disampaikan kepada pemerintah daerah sebagai bahan penyusunan kebijakan ke depan.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda