Ribuan Siswa Jeneponto Bakal Dapat Seragam Gratis
HARIAN.NEWS, JENEPONTO– Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru di SMP Negeri 1 Binamu, Kabupaten Jeneponto, resmi dimulai.
Baca Juga : Bupati Jeneponto Kukuhkan 174 Bunda PAUD, Dorong Target Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jeneponto, Alamsyah, S.E, M.Si, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara pada upacara bendera pembukaan MPLS, Senin (13/7/2026).
Upacara yang berlangsung khidmat di lapangan sekolah tersebut diikuti oleh kepala sekolah, para guru, staf tata usaha, pengurus OSIS, serta ratusan siswa baru dan juga orang tua siswa.
Dalam arahannya, Alamsyah mengungkapkan rasa bangganya terhadap antusiasme masyarakat yang luar biasa terhadap sekolah ini. Ia menyampaikan bahwa untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Jeneponto, SMPN 1 Binamu kembali mencatatkan diri sebagai sekolah dengan jumlah penerimaan siswa baru terbesar.
Baca Juga : Skandal Seragam Sekolah 2024: Benarkah Penyidikan Kejari Sinjai Tak Transparan?
“Tahun ini, SMPN 1 Binamu menerima sekitar 248 siswa baru yang terbagi ke dalam 8 ruangan (rombongan belajar). Ini adalah angka penerimaan terbesar khusus untuk jenjang SMP di Jeneponto, yang membuktikan tingginya kepercayaan orang tua terhadap kualitas pendidikan di sekolah ini,” ungkap Alamsyah.
Pesan Penting untuk Siswa Baru
Mengingat besarnya jumlah siswa baru, Kadis Pendidikan memberikan motivasi besar agar momentum ini dimanfaatkan untuk saling mengenal dan beradaptasi. Pentingnya masa transisi dari sekolah dasar (SD) ke SMP.
Baca Juga : Seleksi Terbuka JPT Pratama Jeneponto 2026 Dibuka, Daftar Segera!
“Masa MPLS ini bukan lagi zamannya perpeloncoan. Ini adalah momentum bagi anak-anakku sekalian untuk mengenal lingkungan belajar yang baru, beradaptasi dengan budaya sekolah, serta menanamkan karakter dan budi pekerti yang baik,” ujar Alamsyah.
Lebih lanjut, ia juga mengingatkan para siswa untuk fokus pada prestasi, menjauhi tindakan perundungan (bullying), serta bijak dalam menggunakan teknologi untuk mendukung proses pembelajaran.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
