Logo Harian.news

Andi Amran Kutip Filosofi Bugis Sarat Makna: Siap Lanjutkan Integritas Tokoh Sulsel di KKSS

Editor : Rasdianah Jumat, 11 April 2025 20:16
Ketua KKSS terpilih, Andi Amran Sulaiman. Foto: HN/Sinta
Ketua KKSS terpilih, Andi Amran Sulaiman. Foto: HN/Sinta
APERSI

Amran Sulaiman Tegaskan Komitmen Besar untuk KKSS

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, mengawali kepemimpinannya sebagai Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) periode 2025–2030 dengan pernyataan kuat yang sarat nilai-nilai budaya, integritas, dan visi masa depan.

Baca Juga : PSBM XXVI 2026 di Makassar Jadi Magnet Ekonomi, Munafri: Dongkrak Investasi dan Perputaran Uang

Dalam Musyawarah Besar (Mubes) XII KKSS yang digelar di Makassar, Jumat (11/4/2025), Amran menyatakan kesiapannya menjalankan amanah besar dari warga Sulsel di seluruh penjuru dunia.

“Kami diberi amanah oleh masyarakat Sulsel yang berada di Sulsel, Nusantara, bahkan di luar negeri untuk menjadi Ketua Umum KKSS. Insyaallah, Kaki akan jalankan dengan baik sesuai prinsip orang Bugis: mabbulo sipeppa, sipakatau, sipakainge, sipatokkong. Intinya kita harus solid. KKSS ini bisa berbuat bukan hanya untuk Sulsel, tapi untuk Republik Indonesia, untuk Merah Putih, dan untuk seluruh masyarakat,” ucap Amran.

Ia menggarisbawahi pentingnya warisan nilai budaya dan integritas tokoh-tokoh Sulsel yang telah mengharumkan nama daerah bahkan di level dunia. Amran menyebut beberapa di antaranya: Jenderal Andi Muhammad Yusuf, Baharuddin Lopa, Aksa Mahmud, Jusuf Kalla, hingga BJ Habibie.

Baca Juga : Ketua Harian KKSS: Perkuat Jumlah dan Kualitas Sudagar untuk Akselerasi Ekonomi Nasional

“Kenapa mereka dikenang? Karena mereka punya integritas tinggi. Mereka menjadi obor penerang, tidak hanya bagi Sulsel, tapi bagi dunia. KKSS harus melanjutkan warisan itu, menjaganya, dan menyalakannya di tengah zaman yang terus berubah,” ujar Amran.

Amran juga menyinggung filosofi Bugis yang menurutnya tidak boleh hilang dari generasi ke generasi.

“Itu harus disampaikan, diwariskan. Agar melekat dalam diri mereka. Karena filosofi ini adalah cahaya di tengah kegelapan,” katanya.

Baca Juga : Diharapkan Menjadi Kawah Candradimuka Diaspora Sulsel, BPW dan BPD KKSS Diharapkan Kirim Utusan

Ia kemudian memetakan tiga tantangan besar dunia yang harus direspons, yaitu disrupsi teknologi, perubahan iklim (climate change), dan disrupsi kesehatan.

“Kita tidak bisa lagi hidup dengan cara lama. Harus berubah sesuai zaman. Ekonomi, ilmu, semua sudah lintas batas. Tanpa ekonomi yang kuat, kita bisa dikesampingkan,”

Tak hanya menyampaikan visi, Amran langsung memulai satu program unggulan: pendirian sekolah unggulan KKSS. Ia menegaskan program ini mulai berjalan hari ini juga, Jumat (11/4), pukul 17.24 WITA.

Baca Juga : JK Soroti Akses Ibadah di Masjid Al-Aqsa, Nilai Bertentangan dengan Prinsip Kemanusiaan

Program ini, kata dia, akan menjadi pusat pengembangan ilmu dan budaya Sulawesi Selatan, serta mencetak generasi baru yang siap menghadapi tantangan global tanpa kehilangan akar budayanya.

“KKSS adalah rumah besar kita semua. Rumah yang harus kuat fondasinya, hangat di dalamnya, dan terang cahayanya untuk siapa saja yang datang.” tutupnya.

PENULIS: NURSINTA

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda