HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel), dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2025 dipastikan akan menjadi ajang penting untuk menentukan kepemimpinan baru partai berlambang pohon beringin.
Dengan berakhirnya masa jabatan Ketua Golkar Sulsel periode 2020-2025, Taufan Pawe, sejumlah nama mulai mencuat sebagai calon kuat pengganti. Salah satu kandidat yang menjadi perhatian adalah Munafri Arifuddin, atau yang akrab disapa Appi.
Baca Juga : Dari Lorong ke Ketahanan Pangan, Urban Farming Terus Diperluas di Makassar
Ketua DPD II Golkar Makassar ini disebut-sebut sebagai calon terkuat untuk menakhodai Golkar Sulsel. Keberhasilannya memimpin Golkar Makassar dianggap menjadi modal besar dalam meraih dukungan di tingkat provinsi.
Wakil Ketua Bidang Pendidikan dan Pengembangan SDM Golkar Makassar, Arief Wicaksono, menilai kepemimpinan Appi telah membawa banyak perubahan positif.
“Pada Pemilu 2024, Golkar Makassar memperoleh suara terbanyak dan sukses meningkatkan kursi di DPRD. Ini semua berkat strategi Pak Appi,” ujar Arief, Senin (27/1/2025).
Baca Juga : Wali Kota Berharap New Makassar Mall Kembali Bangkit
Di Pemilu 2024, Golkar Makassar berhasil meraih enam kursi di DPRD, meningkat dibandingkan Pemilu 2019. Selain itu, total suara Golkar di Makassar mencapai 97.209 suara, menjadi yang tertinggi di antara partai politik lainnya.
Appi juga berperan besar dalam mempertahankan kursi Golkar untuk DPRD Sulsel Dapil Makassar A dengan suara pribadi sebanyak 29.802 suara.
“Appi mencatat kemenangan telak di Pilwalkot Makassar 2024 bersama pasangannya, Aliyah Mustika Ilham, dengan perolehan 319.112 suara atau sekitar 54,72 persen,” rincinya.
Baca Juga : Appi Targetkan 180 Hari, Makassar Beralih ke Sanitary Landfill
Kemenangan ini dinilai sebagai bukti daya tarik dan elektabilitas tinggi yang dimiliki Wali Kota Makassar terpilih Appi.
Namun, Appi bukan satu-satunya nama yang mencuat. Sejumlah tokoh senior juga masuk dalam bursa pencalonan, seperti Ilham Arief Sirajuddin, Kadir Halid, dan Syamsuddin Hamid.
Sementara itu, Ketua Golkar Sulsel, Taufan Pawe mengatakan, setiap kader memiliki hak untuk maju mencalonkan diri, tidak ada larangan dalam Golkar bagi kadernya.
Baca Juga : Golkar Sulsel Siapkan Sistem Barcode untuk Verifikasi Peserta Musda XI
“Kalau ada yang ingin maju, silakan. Biarlah proses berjalan sesuai mekanisme,” ujarnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, pencalonan akan berjalan secara terbuka dan demokratis sesuai dengan AD/ART partai.
Musda Golkar Sulsel 2025 diprediksi akan menjadi momentum penting dalam menentukan arah kepemimpinan partai. Dengan berbagai nama kuat yang mencuat, hasil akhir Musda akan menjadi penentu masa depan Golkar di Sulawesi Selatan.
Penulis: Nursinta
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

