HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Haris Yasin Limpo kembali dipercaya memimpin Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro 1957 Sulawesi Selatan untuk masa bakti 2026-2031. Ia terpilih secara aklamasi dalam musyawarah daerah yang digelar di Hotel Novotel, Makassar, Minggu (31/5).
Musda ini merupakan kelanjutan dari sidang sebelumnya yang sempat ditunda karena belum adanya calon yang mendaftar.
Dalam pelaksanaan Musda lanjutan tersebut, Haris menjadi satu-satunya kandidat yang mendaftarkan diri hingga batas waktu yang ditentukan. Dengan demikian, forum Musda secara bulat menetapkannya kembali sebagai Ketua PDK Kosgoro 1957 Sulsel untuk periode kedua.
Baca Juga : Musda Kosgoro 1957 Sulsel Tunda Pemilihan Ketua, Tunggu Penetapan Bakal Calon
Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat Kolektif (PPK) Kosgoro 1957, Mustafa M. Rajab, menjelaskan bahwa Musda kali ini sejatinya merupakan kelanjutan dari persidangan yang tertunda beberapa waktu lalu.
“Sulsel ini tidak terlalu seperti yang ada di Jakarta, karena Musda Kosgoro 57 Provinsi Sulsel ini hanya melanjutkan persidangan yang tertunda. Karena pada saat yang pertama saya hadir, lewat acara pembukaan dan seterusnya, itu belum ada calon yang mengajukan, yang mendaftar,” kata Mustafa.
Ia menjelaskan, karena waktu pelaksanaan saat itu sudah sangat terbatas, forum akhirnya memutuskan untuk mendemisionerkan kepengurusan lama dan menjadwalkan kembali pelaksanaan Musda melalui pencabutan skorsing sidang.
“Dan kemudian kita melanjutkan Musda, dan alhamdulillah hari ini sudah ada calon yang mengajukan yaitu ternyata adalah Ketua PDK Kosgoro 57 Provinsi Sulsel yang lama dan tidak menyalahi aturan, ya, dari segi administrasi dan anggaran dasar/rumah tangga, maka beliau berhak untuk mengajukan kembali,” ujarnya.
Usai terpilih, Haris Yasin Limpo menegaskan terdapat dua program strategis yang akan menjadi fokus kepengurusannya selama lima tahun ke depan.
Menurutnya, prioritas pertama adalah memperkuat konsolidasi organisasi hingga tingkat kecamatan agar roda organisasi dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Yang pasti ada dua program strategis ke depan untuk PPK masa bakti berikutnya. Yang pertama berkaitan dengan konsolidasi. Konsolidasi sampai dengan tingkat bawah. Karena ini penting, karena biar bagaimana organisasi bisa jalan dan bekerja untuk masyarakat, kalau konsolidasi itu terbentuk sampai dengan tingkat kecamatan,” kata Haris.
Program kedua yang menjadi perhatian utama adalah pendidikan dan pengkaderan. Haris menilai Kosgoro 1957 harus mampu menyiapkan kader-kader berkualitas sebagai sumber kader Partai Golkar dalam menghadapi kontestasi politik mendatang.
“Kosgoro harus mempersiapkan kader sebagai sumber kader dari Golongan Karya. Kenapa? Karena dia akan menghadapi pemilihan legislatif dan pemilihan kepala daerah. Nah, sehingga dengan apa, bermodalkan pendidikan kaderan ditambah mewadahkan pendidikan yang lain, itu otomatis bisa mengangkat sumber daya Kosgoro untuk bersaing di tingkat partai,” jelasnya.
Haris juga mengungkapkan bahwa saat ini masih terdapat enam kepengurusan tingkat kabupaten yang belum definitif. Sejumlah daerah masih dipimpin oleh pelaksana tugas (Plt), sehingga tidak memiliki hak suara dalam Musda.
“Yang belum itu sisa enam. Yang lain itu karena ada beberapa yang pindah, sehingga diangkat PLT. Kalau PLT itu tidak punya suara di Musda,” katanya.
Ia menjelaskan, dari total 29 suara yang seharusnya ada dalam Musda, hanya sekitar 20 suara yang terdaftar dan memiliki hak suara. Selain unsur daerah, hak suara juga berasal dari lima organisasi gerakan dan lembaga yang berada di bawah naungan Kosgoro 1957.
Musda Kosgoro 1957 Sulsel turut dihadiri sejumlah pengurus PPK Kosgoro 1957, di antaranya Wakil Ketua Umum Mustafa M. Rajab, Pelaksana Harian Sekretaris Jenderal Helmi Dje, serta Wakil Sekretaris Jenderal Arifin Majid. (*)
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
