HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Penguatan peran orangtua dalam mendampingi tumbuh kembang anak menjadi fokus dalam pengajian rutin Jam’iyyah SD Islam Al-Azhar 34 Makassar yang digelar di Masjid Sekolah, Kamis (20/11/2025).
Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang silaturahmi dan sinergi antara pihak sekolah dan orangtua siswa.
Baca Juga : Pendidikan sebagai Ilusi Peradaban: Dekonstruksi Metanarasi Pendidikan Nasional
Pengajian bulanan tersebut diikuti sekitar 300 peserta yang terdiri atas orangtua siswa, tenaga pendidik, serta tamu undangan.
Suasana khidmat dan penuh kebersamaan mewarnai jalannya kegiatan, mencerminkan komitmen bersama dalam membangun lingkungan pendidikan yang sejalan antara sekolah dan keluarga.
Sejumlah unsur pimpinan turut hadir, di antaranya Ketua Yayasan Sinergi Insan Unggul, jajaran direktur, Ketua Jam’iyyah SD Islam Al-Azhar 34 Makassar beserta pengurus, para guru, serta perwakilan orangtua siswa.
Baca Juga : Rakorda BAN-PDM Sulsel, Kakanwil Kemenag Soroti Penguatan Budaya Mutu Pendidikan
Kehadiran berbagai pihak ini menegaskan dukungan terhadap pembinaan spiritual dan karakter anak sejak usia dini.
Ketua Jam’iyyah SD Islam Al-Azhar 34 Makassar, Dr. A. Santi, menyampaikan bahwa pengajian rutin menjadi wadah strategis untuk mempererat kebersamaan sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman dalam keluarga besar sekolah.
“Saya mengapresiasi antusias orangtua yang selalu meluangkan waktu untuk hadir. Semoga pengajian ini semakin mempererat silaturahmi dan memberi manfaat bagi kita semua, khususnya dalam mendidik anak,” ujarnya.
Baca Juga : Dual-Location Smart Classroom Solusi Kesenjangan Pendidikan di Daerah
Pengajian kali ini menghadirkan penceramah nasional, Ustaz H. Muhammad Fakhrurrazi Anshar, yang menyampaikan kajian bertema Membangun Budaya Curhat Anak kepada Orangtua.
Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya menciptakan ruang komunikasi yang aman dan nyaman agar anak terbiasa terbuka kepada orangtua.
Menurutnya, keteladanan orangtua dalam sikap dan perilaku sehari-hari menjadi kunci utama agar anak merasa dihargai dan didengar.
Baca Juga : Prof. Budu Usung Visi Sosio-Entrepreneurship: UNHAS Harus Berdampak Nyata
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya manajemen waktu, seperti tidak menunda shalat, membiasakan bangun lebih awal untuk shalat Subuh, serta membatasi penggunaan gawai saat bersama anak.
“Hal-hal sederhana ini memiliki dampak besar terhadap kedekatan emosional antara orangtua dan anak,” jelasnya.
Ia juga mendorong orangtua untuk menyediakan waktu berkualitas bersama anak, mulai dari kegiatan sederhana hingga keterlibatan aktif dalam perawatan dan pemantauan tumbuh kembang anak secara fisik, emosional, dan spiritual.
Melalui pengajian rutin ini, SD Islam Al-Azhar 34 Makassar berharap nilai-nilai keislaman dapat tertanam kuat tidak hanya di sekolah, tetapi juga di lingkungan keluarga.
Sinergi yang terbangun antara sekolah dan orangtua diharapkan mampu melahirkan generasi yang berakhlak mulia, cerdas, dan berkarakter Islami.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

