HARIAN.NEWS, JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tengah melakukan persiapan untuk mengelola tambang batu bara di Kalimantan Timur. Salah satu ormas terbesar di Indonesia ini tercatat telah resmi membentuk PT Berkah Usaha Muamalah Nusantara (BUMN).
Diketahui PBNU akan mengelola area tambang mencapai 25 ribu hingga 26 ribu hektare. Ini menjadi salah satu langkah strategis PBNU dalam memberdayakan ekonomi organisasi dan masyarakat.
Baca Juga : Kemenag Gelar Sidang Isbat 19 Maret, 120 Titik Rukyat Pantau Hilal Syawal 1447 H
Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, menjelaskan saham perusahaan ini dimiliki oleh koperasi Nahdlatul Ulama yang dikelola oleh pengurus serta anggota. Saat ini, PBNU masih fokus memenuhi berbagai persyaratan administratif untuk memulai proses eksplorasi tambang.
“Soal potensi batu baranya, kita masih menunggu hasil eksplorasi. Saat ini, izin eksplorasi sedang dalam proses pengajuan,” ujarnya dikutip dari laman liputan6, kamis (9/1/2024).
Gus Yahya juga menjelaskan bahwa pihaknya sedang menjajaki kerja sama dengan investor untuk mendanai reklamasi tambang. Namun, hasil eksplorasi akan menentukan potensi batu bara yang dapat digarap.
Baca Juga : Digitalisasi Tambang Kian Maju, Darma Henwa Resmi Adopsi Infrastruktur Cloud Modern
Meski demikian, PBNU telah memperoleh Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP), sehingga proses menuju Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) sudah dapat dimulai meski membutuhkan banyak persyaratan.
Untuk esain bisnis tambang, Gus Yahya menyebut masih dalam tahap perencanaan dan akan bergantung pada hasil kalkulasi investasi yang memungkinkan.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

