HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Menyambut Idul Adha 1447 Hijriah, Bosowa Peduli menghadirkan program “Keberkahan Qurban”.
Program ini hadir sebagai solusi berqurban yang praktis, amanah, dan transparan.
Baca Juga : Bosowa Peduli–Pemkot Makassar Kolaborasi Salurkan 1.000 Paket Sembako untuk Petugas Layanan Publik
Program ini menargetkan penyaluran 130 ekor sapi ke berbagai wilayah yang membutuhkan.
Melalui program tersebut, Bosowa Peduli menawarkan dua kategori hewan qurban dengan spesifikasi dan harga yang disampaikan secara terbuka.
Untuk kategori standar dengan bobot 200–225 kilogram dibanderol Rp17,5 juta per ekor atau Rp2,5 juta per satu per tujuh bagian.
Baca Juga : Ramadan Jadi Momentum Bosowa Education dan Bosowa Peduli Pererat Silaturahmi dengan Media
Sementara kategori premium berbobot 250–270 kilogram ditawarkan seharga Rp21,5 juta per ekor atau Rp3,071 juta per bagian.
Seluruh hewan qurban dipastikan telah melalui proses seleksi ketat guna memenuhi standar kualitas serta ketentuan syariat.
Kemudahan juga dihadirkan melalui sistem digital. Masyarakat dapat melakukan pembelian secara daring melalui platform resmi Bosowa Peduli.
Baca Juga : Kolaborasi Kemanusiaan, Bosowa Peduli–PMI Distribusikan Bantuan bagi Penyintas di Pidie Jaya
Proses pembelian mulai dari memilih hewan, mengisi data, hingga melakukan pembayaran secara real-time tanpa harus bertatap muka.
Head of Bosowa Peduli, Hafit Timor Mas’ud, menegaskan bahwa program ini dirancang secara terintegrasi untuk menjaga kepercayaan para pequrban.
“Seluruh proses kami kelola dari hulu ke hilir—mulai dari pemilihan hewan, penyembelihan, hingga distribusi,” ucapnya.
Baca Juga : Bantuan Tahap Pertama Bosowa Peduli Jangkau 115 KK Korban Banjir Bandang di Solok Sumbar
“Kami memastikan semuanya berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai syariat agar manfaatnya tepat sasaran,” kata Hafit.
Rencananya, proses penyembelihan akan dipusatkan di Masjid Agung 45 Makassar pada 27 hingga 29 Mei 2026.
Bosowa Peduli juga akan memberikan laporan terbuka kepada para pequrban sebagai bentuk pertanggungjawaban.
Sementara itu, Sekretaris Umum MUI Sulawesi Selatan, Prof. Dr. H. Muammar Bakry, menegaskan bahwa ibadah qurban tidak hanya bernilai ritual, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang kuat.
“Qurban adalah wujud ketakwaan sekaligus kepedulian terhadap sesama, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Bagi yang mampu, ini merupakan amalan yang sangat dianjurkan,” tuturnya.
Melalui program “Keberkahan Qurban”, Bosowa Peduli ingin memastikan bahwa pelaksanaan ibadah qurban dapat dikelola secara profesional tanpa meninggalkan nilai-nilai syariat, serta memberi manfaat yang luas dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

