HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar bersama Inspektorat Kementerian Pariwisata menggelar sosialisasi anti korupsi di Balairung I Wayan Bendhi, Jumat (3/10).
Kegiatan ini bertujuan memperkuat pengawasan internal serta mendukung pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).
Baca Juga : Harga Tiket Naik, Kemenpar Andalkan Subsidi dan Paket Bundling
Acara diawali dengan penandatanganan piagam pengawasan intern oleh Ketua Jurusan, Wakil Direktur, Ketua SPI, dan Ketua SPM sebagai bentuk komitmen bersama mewujudkan tata kelola bersih.
Direktur Poltekpar Makassar, Herry Rachmat Widjaja M.M.Par, CHE, dalam sambutannya menekankan pentingnya pemanfaatan anggaran yang optimal, transparansi, dan akuntabilitas di setiap unit kerja.
“Untuk itu, kita perlu saling mengingatkan perlunya dokumen pendukung untuk pembangunan Zona Integritas,” ucapnya.
Baca Juga : Wisuda 603 Lulusan, Poltekpar Makassar Ungkap Capaian Job Fair dan UI GreenMetric
Selanjutnya, untuk Materi sosialisasi dibawakan oleh Suharto dari Inspektorat Kemenparekraf.
Ia memaparkan hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) serta strategi pencegahan korupsi melalui sistem pelaporan, pengendalian gratifikasi, dan penanganan benturan kepentingan.
Sementara itu, Azmil Fiqri menyampaikan materi penguatan pengawasan anti korupsi dengan penjelasan regulasi tindak pidana korupsi, jenis gratifikasi, dan mekanisme whistleblowing system di lingkungan Kemenparekraf.
Baca Juga : Poltekpar Makassar Gelar EduRun Tourism 2026, Peserta Bakal Jelajahi Rute Pesisir
Sebagai penutup, peserta mengikuti tes pemahaman untuk mengukur penguasaan materi. Melalui kegiatan ini, Poltekpar Makassar menegaskan komitmen membangun budaya kerja yang bersih, transparan, dan akuntabel demi pelayanan publik yang prima.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
