HARIAN.NEWS, NTT – Kunjungan Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM, ke wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) menyampaikan bantuan untuk para korban gempa pada 21 Agustus 2026, menjadi sorotan banyak pihak, termasuk pegiat media sosial Ahmad Arif.
Melalui akun X nya, Ahmad Arif menyampaikan kritikannya, mempertanyakan Presiden Prabowo yang justru belum hadir di wilayah terdampak bencana tersebut, Arif juga menyindir Gubernur Jawa Barat yang diduga tengah melakukan persiapan menghadapi Pilpres 2026.
Baca Juga : Aksi Joget Bahlil saat Perayaan HUT ke-81 RI Dikritik
“Negeri yang aneh, ada presiden tetapi serasa sedang memimpin kompi. Ada gubernur yang sibuk cosplay jadi presiden,” kritiknya.
Ia juga menyinggung adanya mantan presiden yang dilihatnya tetap ingin berkuasa memimpin meski sudah tidak lagi duduk di jabatannya.
“Ada mantan presiden yang ingin menjadi raja,” lanjutnya.
Baca Juga : Atraksi Bentangkan Foto Prabowo saat HUT RI Diguyur Kritik
Diketahui, kunjungan KDM ke wilayah NTT, usai menerima permintaan bantuan dari warga di daerah tersebut pasca terjadinya gempa magnitudo 7,7 yang menelan cukup banyak korban jiwa dan merusak banyak bangunan.
Di kesempatan kunjungannya, sosok orang nomor satu di Jabar saat ini tersebut menyerahkan bantuan senilai total Rp 4,5 miliar, dihimpun dari berbagai pihak di wilayahnya, dan juga sebagian dari uang pribadinya.
Selain bantuan materi, pihak Pemprov Jabar juga menerjunkan 20 relawan gabungan dari BPBD Jabar dan Kwarda Pramuka, dalam upaya membantu operasi pertolongan di pelosok yang dijangkau.
Baca Juga : Prabowo Sebut Upah Buruh Pengupas Bawang Rp 700 per Kilogram
Beberapa video atau foto Gubernur Jabar Dedi Mulyadi saat berkunjung ke NTT, bertemu dengan sejumlah korban gempa yang beredar di media sosial, hingga saat ini masih dibanjiri banyak komentar.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
