Logo Harian.news

Diplomasi Prabowo Buka Akses Pasar AS, 53 Komoditas Pertanian RI Bebas Tarif

Editor : Redaksi II Sabtu, 21 Februari 2026 15:59
Presiden RI Prabowo Subianto (Kiri). (Foto: Ist)
Presiden RI Prabowo Subianto (Kiri). (Foto: Ist)

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Diplomasi ekonomi yang dipimpin Prabowo Subianto membuahkan hasil bagi sektor pertanian nasional. Melalui kesepakatan dagang resiprokal Indonesia–Amerika Serikat, sebanyak 173 pos tarif (HS Code) yang mencakup 53 kelompok komoditas pertanian dan turunannya resmi dibebaskan dari bea masuk menjadi 0 persen di pasar AS.

Kesepakatan tersebut tertuang dalam kerangka Agreements on Reciprocal Trade (ART) yang ditandatangani Presiden Prabowo dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Perjanjian ini menjadi bagian dari penguatan kemitraan ekonomi kedua negara dalam tajuk Toward a New Golden Age for the US–Indonesia Alliance.

Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, menjelaskan bahwa dalam ART terdapat total 1.819 pos tarif produk Indonesia, baik sektor pertanian maupun industri yang dibebaskan dari bea masuk ke pasar AS.

Baca Juga : Presiden Prabowo ‘Sulap’ Pulau Miangas: Starlink untuk Setiap KK

“Dalam ART ini ada 1.819 pos tarif produk Indonesia baik itu pertanian maupun industri, antara lain minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik termasuk semikonduktor, hingga komponen pesawat terbang, yang tarifnya menjadi 0 persen,” ujar Airlangga, Jumat (20/2/2026).

Dari sektor pertanian, komoditas yang memperoleh fasilitas tarif nol persen meliputi buah tropis seperti pisang, nanas, mangga, durian, dan pepaya; kopi dengan enam pos tarif; teh hijau dan teh hitam; serta berbagai rempah strategis seperti lada, pala, cengkeh, kayu manis, kapulaga, jahe, dan kunyit.

Produk kakao dan turunannya, minyak sawit beserta turunannya, tepung dan pati berbasis singkong serta sagu, hingga pupuk mineral berbasis kalium juga masuk dalam daftar bebas tarif.

Baca Juga : Selat Hormuz Dibayangi Konflik, Arab Saudi Dorong Jalur Diplomasi AS-Iran

Sementara itu, Andi Amran Sulaiman menilai capaian ini sebagai hasil negosiasi strategis yang berpihak pada kepentingan nasional, khususnya petani dan pelaku usaha sektor pertanian.

“Pembebasan tarif pada puluhan komoditas pertanian ini merupakan hasil negosiasi yang memberi ruang lebih adil bagi produk kita untuk bersaing di pasar global,” ujar Amran.

Menurutnya, pasar Amerika Serikat yang bernilai besar menjadi peluang signifikan bagi peningkatan ekspor nasional. Dengan tarif nol persen, harga produk Indonesia dinilai lebih kompetitif sehingga membuka ruang ekspansi yang lebih luas.

Baca Juga : Aklamasi! Menlu Sugiono Jadi Ketum IPSI 2026-2030 Gantikan Prabowo

Amran menambahkan, Kementerian Pertanian akan memastikan kesiapan produksi, peningkatan kualitas, serta pemenuhan standar ekspor agar peluang tersebut dapat dimanfaatkan optimal.

“Kesempatan sudah terbuka. Kita pastikan pasokan cukup dan mutu terjaga agar petani benar-benar merasakan manfaatnya,” tegasnya.

Sebelumnya, dalam ajang Business Summit di US Chamber of Commerce, Washington DC, kedua negara juga menandatangani sejumlah Nota Kesepahaman (MoU) guna memperkuat implementasi kesepakatan dagang resiprokal tersebut.

Baca Juga : Pemerintah Sesuaikan Jadwal Makan Bergizi Gratis Jadi 5 Hari Seminggu

Dengan dibebaskannya 173 pos tarif sektor pertanian menjadi 0 persen, pemerintah optimistis daya saing komoditas unggulan Indonesia di pasar Amerika Serikat akan meningkat dan mendorong pertumbuhan ekspor nasional dalam jangka menengah dan panjang.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda