HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Direktur Layanan Operasional RSUP Wahidin Sudirohusodo, Marsella Wahyuni Olii mengakui adanya keretakan pada beberapa titik gedung Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak rumah sakit tersebut.
Baca Juga : Waspada! Super Flu Masuk Indonesia
Dikatakan Marsella bahwa keretakan konstruksi beberapa bagian gedung yang disebut “Mochil” itu sedang dilakukan perbaikan.
“Iya memang betul ada sedikit retakan pada area ram, info dari tim teknis kami retakan pada plester bukan struktur. Dan sekarang sudah kami perbaiki,”ujar Marsella saat dikonfirmasi Harian.news, Selasa (13/1/2026).
Saat dihubungi, Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (jubir KPK) Budi Prasetyo menanggapi perihal gedung yang merupakan hasil konstruksi yang menelan APBN ratusan miliar.
Baca Juga : Dirut RSTC Makassar Siap Perkuat Layanan Unggulan & Digitalisasi
“Terima kasih informasinya mas,”singkat Budi Prasetyo via WhatsApp, Senin (12/1/2026).
Diketahui, gedung Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Kementerian Kesehatan, berada di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Dimana bangunannya diduga sudah ada yang retak-retak pada konstruksinya. Ironisnya, gedung “Mochil Wahidin” (Mother and Child Center) itu kurang lebih setahun baru dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Sebelumnya, pantauan Harian.News, Senin (8/12/2025), beberapa bagian konstruksi terlihat ada yang retak. Kondisinya rawan dilalui pasien ketika menggunakan alat kursi roda. Dimana jalur tersebut kondisi sudah memprihatinkan.
Baca Juga : Rancangan APBN 2026 Resmi Menampar Wajah Daerah
Pada Jumat, 6 September 2024 lalu, Presiden RI ke-7 Joko Widodo didampingi Iriana Joko Widodo meresmikan Gedung Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.
Gedung baru ini memiliki fasilitas modern yang dirancang untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi ibu dan anak. Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengapresiasi kualitas bangunan dan fasilitas yang dimiliki gedung tersebut.
“Saya tadi masuk ke Gedung Kesehatan Ibu dan Anak Rumah Sakit Sudirohusodo tidak seperti masuk ke sebuah rumah sakit, tapi seperti masuk hotel bintang lima,” ujar Jokowi.
Baca Juga : Juli 2025: Siswa Bisa Cek Kesehatan Gratis di Sekolah
Gedung pelayanan kesehatan ini terdiri dari 8 lantai dan 1 semibasemen dengan kapasitas 263 tempat tidur, termasuk ruang rawat inap dan intensive care yang didedikasikan untuk ibu dan anak. Anggaran yang digunakan untuk pembangunan mencapai Rp456 miliar, ditambah Rp239 miliar untuk peralatan kesehatan yang modern dan canggih, serta Rp17 miliar untuk pengembangan SDM. Presiden berharap fasilitas ini dapat meningkatkan layanan kesehatan ibu dan anak, serta berkontribusi dalam menurunkan angka kematian ibu dan anak di Indonesia.
Gedung ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan fasilitas kesehatan di daerah, sekaligus mendukung program peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak di seluruh Indonesia.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

