HARIAN.NEWS – Akademisi muda bidang farmasi, Syaiful Choiri, menunjukkan komitmennya dalam membangun masa depan riset farmasetika Indonesia melalui penyusunan “Life Grand Map” pengembangan karier dan kontribusi ilmiah hingga tahun 2040 dan seterusnya.
Roadmap tersebut berfokus pada pengembangan keilmuan Pharmaceutical Technology dan Drug Delivery yang berorientasi pada inovasi, kolaborasi internasional, serta penguatan industri farmasi nasional agar mampu bersaing di tingkat global.
Dalam pemetaan potensi diri yang disusunnya, Syaiful menekankan tiga karakter utama yang menjadi fondasi perjalanan akademiknya, yakni kemampuan belajar cepat, evaluasi komprehensif, dan keterampilan problem solving.
Menurutnya, ketiga aspek tersebut menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan dunia akademik dan penelitian yang terus berkembang.
Sebagai pribadi yang adaptif dan memiliki semangat belajar tinggi, ia menilai pengembangan diri secara berkelanjutan merupakan kunci utama untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat dan dunia kesehatan global.
Saat ini, Syaiful tengah menempuh studi doktoral (PhD) di bidang Pharmaceutical Technology di . Fokus penelitiannya berada pada pengembangan transdermal drug delivery system berbasis microneedle.
Kajian tersebut menitikberatkan pada pemanfaatan teknologi microneedle sebagai sistem penghantaran obat generasi baru yang mampu meningkatkan efektivitas terapi melalui penetrasi obat secara minimal invasif melewati lapisan kulit.
Pendekatan ini dinilai memiliki potensi besar dalam meningkatkan bioavailabilitas obat, kepatuhan pasien, serta efisiensi terapi untuk berbagai penyakit kronis dan terapi presisi di masa depan.
Tak hanya itu, penelitian tersebut juga diarahkan untuk mendukung pengembangan inovasi farmasi berbasis teknologi maju yang dapat diaplikasikan di industri farmasi Indonesia maupun pasar global.
Baca Juga : Komitmen Prof Taruna Ikrar Memperkuat BPOM Dikancah Internasional di Bidang Kefarmasian
Selain aktif dalam pengembangan riset internasional, Syaiful Choiri juga pernah terpilih sebagai kandidat delegasi Indonesia untuk ajang bergengsi 75th Lindau Nobel Laureate Meetings kategori Interdisciplinary.
Pencapaian tersebut menjadi bukti pengakuan terhadap kapasitas akademik dan potensi kontribusinya dalam jejaring ilmiah global, khususnya di bidang teknologi farmasi dan inovasi drug delivery system.
Melalui visi jangka panjang yang disusunnya, Syaiful berharap dapat menjadi penghubung antara dunia akademik, riset, dan industri farmasi.
Baca Juga : Pneumonia Mengancam, BPOM Tawarkan Solusi Vaksinasi dan Inovasi Farmasi
Ia juga ingin mendorong lahirnya inovasi drug delivery system karya anak bangsa yang mampu bersaing di tingkat dunia sekaligus memperkuat kemandirian industri farmasi nasional.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
