HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Dosen Universitas Cokroaminoto Makassar (UCM) memberikan edukasi kepada para nelayan terkait pengembangan usaha pembibitan mangrove dan layanan ekowisata di Lantebung, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar.
Program ini mendorong para nelayan yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB) Rajungan 01 agar tidak hanya bergantung pada hasil tangkapan, tetapi mulai merintis usaha sebagai entrepreneur pesisir.
Baca Juga : Prodi Humas Diminati Camaba Luar Negeri, UCM Buka Pendaftaran Hingga 31 Agustus
Ketua pelaksana, Dr. Andi Nur Apung Massiseng mengatakan, pihaknya mengedukasi nelayan terkait teknik pembibitan yang baik dan pemanfaatan bedeng piramida bertingkat berukuran 6×4 meter yang mampu menampung hingga 3 ribu polybag bibit mangrove.
“Kami beberapa kali datang ke Lantebung, berkumpul bersama para nelayan yang tergabung dalam kelompok rajungan 01 dan mengedukasi mereka. Kami juga membuat inovasi berupa bedeng piramida bertingkat sebagai wadah bibit mangrove,” ujarnya, Kamis (20/8).

Dosen UCM melakukan pengabdian masyarakat. (Dok. Agung/UCM)
Baca Juga : Wakil Bupati Pangkep Sambut Mahasiswa UCM yang KKN di Bulu Cindea
Para dosen yang tergabung dalam tim pengabdian kepada masyarakat ini juga melatih nelayan cara mempromosikan bibit mangrove melalui berbagai media pemasaran.
“Selain pemasaran, ada juga edukasi terkait pengelolaan keuangan dan penyusunan model bisnis. Edukasi dilakukan beberapa kali, sejak bulan Juni hingga Agustus,” ujar Andi Nur Apung.
Dari pelatihan pembibitan, sebanyak 2.650 propagul telah disemai di dalam polybag. Dari jumlah tersebut, 2.173 bibit hidup dan terpelihara. Bibit inilah yang akhirnya disimpan di bedeng piramida bertingkat.
Baca Juga : Rektor UCM Lantik 15 Pejabat Struktural, Dorong Kolaborasi dan Penguatan LPPM
Melalui program ini, Andi Nur Apung berharap, kawasan mangrove tidak lagi hanya dipandang sebagai ruang konservasi dan wisata. Tetapi juga sebagai lokasi pembibitan yang produktif dan berdampak sebagai sumber penghidupan alternatif bagi masyarakat pesisir.
Sementara itu, Ketua KUB Rajungan 01, Nurdin Jalali mengatakan, bedeng piramida bertingkat merupakan inovasi baru bagi kelompoknya. Selain berfungsi sebagai tempat pembibitan, model tersebut dinilai unik dan menarik bagi pengunjung yang datang ke kawasan ekowisata mangrove Lantebung.
“Kami bersyukur dapat belajar hal baru, terutama pemanfaatan bedeng bertingkat dan teknik pemasaran. Jika ada pihak yang ingin membutuhkan bibit mangrove, kami di Lantebung sudah siapkan bibitnya di bedeng ini,” ujar Nurdin.
Baca Juga : Gelar Wisuda dan Dies Natalis, Universitas Cokroaminoto Tuai Banyak Pujian
Kegiatan edukasi ini bertema “Inovasi Livelihood Nelayan Menuju Entrepreneur Pesisir: Penguatan Ekonomi Berbasis Ekowisata Mangrove Perkotaan Di Lantebung Kota Makassar”.
Merupakan Program Pengabdian kepada Masyarakat tahun pendanaan 2026 yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Dalam menjalankan program pengabdian ini, Andi Nur Apung didampingi dua anggota tim, yakni Dini Anggraeni dan Muh. Agung TG Tanrasula.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
