Logo Harian.news

Ekonomi Sulsel Tumbuh 5,99 Persen di Triwulan IV 2025, Masuk 10 Besar Nasional

Editor : Redaksi II Jumat, 20 Februari 2026 22:21
kiri ke kanan: Plt. Kepala Divisi SPPURMI BI Sulsel - Bpk. Tri Adi Riyanto. Advisor BI Sulsel - Bpk. Firman Hidayat. Kepala Perwakilan BI Sulsel - Bpk. Rizki Ernadi Wimanda. Deputi Kepala Perwakilan BI Sulsel - Bpk. Wahyu Purnama A. Kepala Divisi Implementasi KEKDA BI Sulsel - Bpk. Aswin Gantina. (Foto: Gita/HN)
kiri ke kanan: Plt. Kepala Divisi SPPURMI BI Sulsel - Bpk. Tri Adi Riyanto. Advisor BI Sulsel - Bpk. Firman Hidayat. Kepala Perwakilan BI Sulsel - Bpk. Rizki Ernadi Wimanda. Deputi Kepala Perwakilan BI Sulsel - Bpk. Wahyu Purnama A. Kepala Divisi Implementasi KEKDA BI Sulsel - Bpk. Aswin Gantina. (Foto: Gita/HN)

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Selatan pada triwulan IV 2025 tercatat sebesar 5,99 persen, meningkat dibandingkan triwulan III yang tumbuh 5,01 persen. Capaian tersebut menempatkan Sulsel di peringkat ke-10 tertinggi secara nasional.

Hal itu disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda, dalam kegiatan Bincang Bareng Media bertajuk “Mendorong Pertumbuhan Ekonomi, Mempertahankan Stabilitas”, Jumat (20/1/2026).

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Sulsel terutama ditopang oleh Konsumsi Rumah Tangga dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB).

Baca Juga : OJK dan BI Luncurkan PIDI, Dorong Inovasi Keuangan yang Aman dan Inklusif

Sementara berdasarkan lapangan usaha, kinerja ekonomi pada triwulan IV didukung oleh sektor pertanian, konstruksi, perdagangan, serta industri pengolahan. Adapun sektor pertambangan tercatat tumbuh lebih rendah dibanding sektor lainnya.

Di tengah pertumbuhan tersebut, perkembangan inflasi tetap menjadi perhatian. Pada Januari 2026, Sulawesi Selatan mencatat inflasi sebesar 0,47 persen secara bulanan (mtm) dan tahun berjalan (ytd), sedikit melandai dibandingkan Desember 2025 yang mencapai 0,49 persen (mtm).

“Namun secara tahunan, inflasi Sulsel tercatat 4,11 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional sebesar 3,55 persen (yoy),” ucap Rizki.

Baca Juga : BI Sulsel Dorong Investasi dan Hilirisasi untuk Perkuat Pertumbuhan Ekonomi

Tekanan inflasi terutama dipicu oleh tingginya harga emas serta kenaikan harga ikan segar akibat kondisi cuaca yang kurang kondusif. Tercatat tujuh dari sepuluh komoditas penyumbang inflasi berasal dari kelompok perikanan.

“Meski demikian, tekanan inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh stabilnya harga sejumlah komoditas pangan, seperti aneka cabai dan bawang merah. Ketersediaan pasokan yang terjaga di tengah normalisasi permintaan pasca-Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru turut membantu meredam gejolak harga,” jelas Rizki.

Selain itu, kelompok angkutan udara juga berkontribusi menahan laju inflasi lebih lanjut, seiring kebijakan diskon tarif penerbangan pada periode HBKN Natal dan Tahun Baru yang masih berlaku hingga awal Januari 2026.

Baca Juga : BI Sulsel Siapkan 120 Titik Lokasi Penukaran Uang Baru Selama Ramadan dan Idulfitri 2026

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda