HARIAN.NEWS,GOWA – Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang ( BBWSPJ ) menyampaikan bahwa pembangunan bendungan Jenelata yang berada di Kecamatan Manuju Kabupaten Gowa akan rampung di tahun 2028.
Hal tersebut disampaikan Sofyan Widjaya, Kepala Tim Teknis Pembangunan Bendungan Jenelata kepada tim Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Gowa di kantornya, Kamis kemarin (31/12).
” Pelaksanaan fisik dilaksanakan oleh tiga perusahaan besar dan semua persoalan teknis dan non teknis sementara berjalan,” ungkapnya.
Baca Juga : 3 Jam Diskusi, Bupati Bersama BBWS Pompengan Sepakat Bersinergi Membangun Gowa
Di akhir tahun ini, pihak BBWSPJ juga sudah menyiapkan usulan permintaan anggaran kepada pemerintah pusat terkait lanjutan pembebasan lahan di area bendungan.
” Januari kami akan ajukan dan semoga langkah ini dapat diselesaikan, pastinya persoalan sengketa lahan akan dilakukan secara kaidah yang berlaku, namun persoalan akan pihak yang bersengketa dipastikan juga tidak akan menghambat pelaksanaan pihak di lapangan,” ungkap Sofyan Widjaya.
” Bagi pihak yang bersengketa itu memilih jalur sendiri, silahkan berperkara sesuai regulasi dan hasil tim verifikasi lahan akan menaruh besaran dana sesuai luas lahan di Pengadilan, jadi siapapun yang dinyatakan oleh hukum merupakan pemilih sah lahan yang bermasalah, anggaran pembebasan lahannya sudah dititip di pengadilan,” kuncinya.
Baca Juga : BBWSP dan BPN Diminta Segera Bayarkan Ganti Rugi Lahan Bendungan Jenelata
Selain membahas soal Pembebasan lahan, teknis konstruksi dan persentase hasil pekerjaan juga dipaparkan pihak BBWSPJ termasuk persoalan tenaga kerja asing.
” Alhamdulillah pelaksanaan teknis fisik di lapangan berjalan sesuai dengan target dan menyangkut akan jumlah tenaga kerja asing, berdasarkan informasi dari pihak dinas tenaga kerja Propinsi berjumlah 73 Orang, ini yang dapat kami sampaikan,” urai Adi Sucipto, KSO Pembangunan bendungan Jenelata.
Kehadiran FKDM Kabupaten Gowa di kantor BBWSPJ di Makassar dilaksanakan berdasarkan program kerjanya. Hasil informasi yang dirangkum FKDM Gowa menjadikan persoalan pembangunan bendungan Jenelata di Kabupaten Gowa menjadi titik yang harus dikawal semua pihak.
Baca Juga : Komitmen Hadirkan Harmoni, FKDM Gowa Gelar Rakor
” Persoalan Pembebasan lahan, pemakaian material yang diduga ilegal, persoalan tenaga kerja asing yang overload dan lainnya menjadi perhatian kami, tentu selanjutnya kami akan laporkan hasil kunjungan ini ke Pemkab Gowa dalam hal Bupati Gowa,” urai Haris Dg Gajang dan Kaharuddin Muji Koordinator Pokja FKDM Gowa.
Selain berkunjung ke kantor BBWSPJ, FKDM Gowa juga meninjau langsung basecamp para tenaga kerja asing di Manuju. Hasil kunjungan FKDM dipastikan masih akan ditindaklanjuti.
” Informasi secara utuh dari pihak Dinas Tenaga kerja Propinsi dan pihak penanggung jawab ketenagakerjaan di lapangan belum memberikan keterangan dan data karena Pimpinannya lagi keluar saat kami tiba di basecamp TKA,” papar Muhammad Isra salah satu tim FKDM Gowa.
Baca Juga : Bukan Janji Doang! Paris Yasir Langsung Sambangi BBWS Demi Petani
Soal langkah BBWSPJ untuk menyelesaikan persoalan Pembebasan lahan di kawasan bendungan Jenelata, FKDM memberikan apresiasinya.
” Issue soal Pembebasan lahan memang jadi perhatian dan informasi yang kami dapat dari pihak BBWSPJ termasuk soal tenaga kerja asing dan lainnya akan jadi bahan laporan ke Pemkab Gowa, pastinya FKDM akan menjadi bagian dari Program Pemerintah, tentu menekan potensi masalah di akar rumput,” kunci Andry Mauritz Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik ( Kesbangpol) Gowa yang hadir memimpin rombongan FKDM dalam kunjungan kerja kamis kemarin.
Andry Mauritz didampingi Irnawati Rasyid SE. M.Ad.SDA, Kabid Wasnas dan Penanganan Komplik Badan Kesatuan Bangsa dan Politik ( Kesbangpol) Kabupaten Gowa bersama tim FKDM. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
