Ganjil-Genap BBM Berlaku, Antrean SPBU Tanete Lebih Terkendali

HARIAN.NEWS, BULUKUMBA – Sistem ganjil-genap pengisian BBM bersubsidi mulai menunjukkan dampak di SPBU Pertamina 74.925.42 Balla Saraja atau SPBU Tanete, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba.
Pada hari pertama penerapan di SPBU tersebut, Jumat (18/9/2026), antrean kendaraan terpantau lebih terkendali. Kendaraan yang mengantre tidak terlihat mengular hingga ke badan jalan seperti kondisi yang sebelumnya terjadi.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menerapkan sistem ganjil-genap untuk pengisian BBM bersubsidi, termasuk Pertalite dan Solar, di seluruh SPBU wilayah Sulsel pada 13–20 September 2026.
Kebijakan itu tertuang dalam Surat Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulsel Nomor 670/2478/DESDM tertanggal 12 September 2026 tentang Penanganan Antrean Panjang BBM di SPBU Wilayah Sulawesi Selatan.
Skema tersebut mengatur pengisian BBM berdasarkan angka terakhir pelat nomor kendaraan. Kendaraan dengan nomor polisi berakhiran angka ganjil mendapat giliran pada tanggal ganjil, sedangkan kendaraan berakhiran angka genap dilayani pada tanggal genap.
Antrean Tak Lagi Mengular ke Jalan
Pantauan HARIAN.NEWS di SPBU Tanete pada Jumat, mulai pukul 08.00 hingga 11.30 WITA serta pukul 13.00 hingga 15.00 WITA menunjukkan kondisi antrean relatif longgar.
Kendaraan masih terlihat mengantre untuk mendapatkan BBM bersubsidi, tetapi barisan kendaraan berada di dalam area SPBU dan tidak sampai memanjang ke badan jalan.
Manajer Operasional SPBU 74.925.42 Balla Saraja, Amaruddin Asmar, mengatakan penerapan sistem ganjil-genap mulai diberlakukan sejak pukul 08.00 WITA.
“Hari ini, tepatnya mulai pukul 08.00, di SPBU Tanete, kita telah menerapkan sistem ganjil-genap pada seluruh masyarakat yang isi BBM. Sampai saat ini cukup longgar,” kata Amar (sapaannya, red), Jumat petang.
Menurut dia, masyarakat relatif tertib mengikuti ketentuan yang diterapkan. Petugas SPBU di bantu personil Polsek Bulukumpa juga berada di lokasi untuk memberikan arahan kepada pengendara.
“Masyarakat patuh untuk mengikuti anjuran imbauan terkait penerapan ganjil-genap,” ujarnya.
Amar mengatakan perubahan kondisi antrean terlihat cukup jelas dibandingkan sebelumnya. Jika sebelumnya antrean kendaraan dapat meluber hingga ke jalan, pada penerapan sistem ganjil-genap kali ini antrean masih dapat ditampung di area SPBU.
“Sangat jelas dampak perbedaannya. Antrean itu bahkan sudah tidak antre di jalan, di dalam SPBU saja cuma setengah,” katanya.
Warga dari Sinjai Ikut Merasakan Perbedaannya
Penerapan sistem ganjil-genap juga dirasakan pengguna BBM yang melintas di kawasan Tanete.
Asdar, warga yang datang dari Kecamatan Sinjai Borong, mengatakan dirinya menghabiskan waktu sekitar 30 menit untuk mengantre BBM.
Ia kebetulan berada di Tanete untuk mengikuti sebuah kegiatan. Saat melihat indikator BBM kendaraannya berkurang, Asdar memilih singgah di SPBU Tanete.
“Saya antre kurang lebih setengah jam. Hari ini kebetulan ada kegiatan di Tanete, saya dari Sinjai Borong. Kebetulan saya lihat kurang bensin, saya jadi singgah di depan SPBU Tanete. Dan hari ini diberlakukan genap,” kata Asdar.
Menurut dia, waktu antrean tersebut relatif lebih singkat dibandingkan kondisi sebelumnya.
“Kalau hari-hari sebelumnya kan antreannya lebih panjang. Ya tidak apa-apa, hari ini genap, besok yang ganjilnya. Semoga tidak lama, tidak lewat seminggu sudah normal,” ujarnya.
Informasi dari Media Sosial
Informasi mengenai penerapan sistem ganjil-genap juga disebut cepat menyebar melalui media dan media sosial.
Amaruddin mengatakan sejumlah masyarakat datang ke SPBU Tanete setelah mengetahui bahwa pengisian BBM kini disesuaikan dengan angka terakhir pelat kendaraan.
Kondisi tersebut membuat sebagian pengguna kendaraan memilih SPBU Tanete karena antrean relatif lebih terkendali.
Hal senada disampaikan Ningsih, salah seorang pengguna sepeda motor. Ia menilai pengaturan pengisian BBM berdasarkan nomor kendaraan dapat menjadi salah satu cara untuk mengurai antrean panjang.
“Menurut saya pemerintah memilih opsi ini bagus untuk mengatasi persoalan kemarin itu, antrean yang membludak,” kata Ningsih.
Ningsih juga mengaku memperoleh informasi mengenai kebijakan tersebut melalui media dan media sosial. Menurut dia, keberadaan petugas di lokasi turut membantu pengendara memahami aturan yang diterapkan.
Kebijakan Berlaku hingga 20 September
Penerapan ganjil-genap merupakan bagian dari langkah Pemprov Sulsel menangani antrean panjang BBM yang terjadi di sejumlah SPBU.
Selain pengaturan berdasarkan pelat nomor, pemerintah juga mendorong sejumlah langkah lain untuk mengurangi kepadatan, termasuk pengaturan waktu pengisian bagi kendaraan truk serta penguatan pelayanan dan pasokan BBM.
Untuk sistem ganjil-genap, kebijakan tersebut dijadwalkan berlaku hingga 20 September 2026.
Di SPBU Tanete, kondisi antrean pada hari pertama penerapan menunjukkan bahwa pengaturan kendaraan berdasarkan nomor polisi dapat membuat antrean lebih terkontrol di dalam area SPBU.
Namun, efektivitas kebijakan secara keseluruhan masih akan terlihat dari kondisi antrean dan ketersediaan BBM di berbagai SPBU selama masa penerapan hingga 20 September.***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News