Logo Harian.news

Gelorakan Siri’ na Pacce, Kyai Zaitun Rasmin Serukan Aksi Nyata Bela Al-Aqsha

Editor : Redaksi II Minggu, 05 April 2026 19:56
Gelorakan Siri’ na Pacce, Kyai Zaitun Rasmin Serukan Aksi Nyata Bela Al-Aqsha (foto_harian.news)
Gelorakan Siri’ na Pacce, Kyai Zaitun Rasmin Serukan Aksi Nyata Bela Al-Aqsha (foto_harian.news)

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Semangat kebersamaan mewarnai pelaksanaan Tabligh Akbar Nasional yang digelar Wahdah Islamiyah di Masjid Islamic Center Dato’ Tiro, Bulukumba, Ahad (5/4/2026).

Ribuan jamaah memadati lokasi dalam suasana Syawal 1447 Hijriah yang penuh kehangatan silaturahmi.

Dalam kesempatan tersebut, Pemimpin Umum Wahdah Islamiyah, Muhammad Zaitun Rasmin, menyampaikan orasi yang menyoroti kondisi umat Islam global, khususnya terkait situasi di Masjidil Aqsa.

Ia menegaskan bahwa penutupan salah satu situs suci umat Islam itu bukan sekadar isu biasa, melainkan duka mendalam bagi seluruh umat.

Menurutnya, peristiwa tersebut harus menjadi alarm agar umat tidak bersikap pasif.

“Kita sedih ketika umat Islam diam, padahal penderitaan saudara-saudara kita sudah sangat jelas terlihat,” ujarnya.

Selain menyoroti kondisi di Palestina, Zaitun juga mengingatkan pentingnya menjaga perspektif yang adil dalam melihat dinamika konflik global, termasuk ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Ia menekankan agar semangat membela kemanusiaan tidak justru memicu konflik antar sesama Muslim.

Menurutnya, umat harus mengedepankan ketakwaan dan objektivitas dalam menyikapi berbagai perbedaan, termasuk dalam persoalan mazhab.

“Untuk itu,  pentingnya tetap bersikap adil dalam menilai setiap konflik, tanpa dipengaruhi emosi semata,” bebernya.

Lebih lanjut, ia menyatakan dukungan terhadap langkah-langkah perdamaian dunia, termasuk jika pemerintah Indonesia mengambil peran dalam misi kemanusiaan di Gaza.

Ia menilai, kontribusi tersebut merupakan bagian dari upaya nyata dalam memperjuangkan nilai kemanusiaan.

Tak hanya berbicara soal isu global, Zaitun juga menekankan pentingnya pembenahan diri.

Ia mengajak umat untuk memperkuat ketakwaan, menjaga lisan, menahan amarah, serta meningkatkan kepedulian sosial di tengah berbagai tantangan.

Pesan tersebut juga diarahkan kepada kader Wahdah Islamiyah agar tetap mengedepankan sikap bijak dan menjaga persatuan dengan organisasi Islam lainnya.

“Hati boleh panas, tapi kepala harus tetap dingin,” pesannya.

Di akhir ceramah, Zaitun menegaskan pentingnya menjaga loyalitas terhadap nilai-nilai kebenaran, ajaran Islam, serta komitmen terhadap pemimpin dan dasar negara.

Menurutnya, kesatuan umat dan ketaatan pada prinsip kebangsaan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan penuh keberkahan.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda