HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Selatan bersama Indonesian Fashion Chamber (IFC) Chapter Makassar menggelar Karya Kreatif Sulawesi Selatan (KKS) dan South Sulawesi Digital Festival (DIGIFEST) presents Wastra Heritage Market 2026 di Mal Ratu Indah (MaRI) Makassar, 28 Juli hingga 2 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut menjadi upaya memperkuat daya saing UMKM melalui pengembangan industri kreatif berbasis wastra, perluasan akses pasar, digitalisasi, hingga peningkatan akses pembiayaan.
Baca Juga : OJK dan BI Luncurkan PIDI, Dorong Inovasi Keuangan yang Aman dan Inklusif
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan, Rizki E. Wimanda, mengatakan penyelenggaraan KKS x DIGIFEST 2026 dirancang untuk membangun ekosistem UMKM yang lebih tangguh di tengah perkembangan ekonomi digital.
“Melalui KKS x DIGIFEST presents Wastra Heritage Market 2026, kami berharap lahir ekosistem UMKM yang semakin kuat, adaptif, berdaya saing, serta siap memasuki ekosistem ekonomi digital,” ujarnya.
Menurut Rizki, wastra tidak hanya menjadi identitas budaya Sulawesi Selatan, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai produk ekonomi kreatif yang mampu menembus pasar nasional hingga internasional apabila didukung inovasi, teknologi digital, akses pembiayaan, dan perluasan pasar.
Baca Juga : BI Sulsel Dorong Investasi dan Hilirisasi untuk Perkuat Pertumbuhan Ekonomi
Selama enam hari pelaksanaan, kegiatan menghadirkan berbagai agenda, mulai dari pameran produk UMKM, fashion show, business matching, workshop pembiayaan, talkshow, kompetisi kreatif, hingga edukasi digitalisasi pembayaran menggunakan QRIS.
Salah satu fokus utama kegiatan adalah mempertemukan pelaku UMKM dengan calon pembeli dan investor melalui business matching. Sebelumnya, Bank Indonesia Sulsel juga telah memfasilitasi business matching pada Pekan Ekonomi Syariah (PESyar) 2026 dengan nilai transaksi lebih dari Rp4,4 miliar.
Selain itu, melalui Anging Mamiri Business Fair (AMBF), sebanyak 30 UMKM binaan berhasil membukukan komitmen ekspor senilai Rp228 miliar ke 17 negara. Hingga Juli 2026, realisasi ekspor telah mencapai Rp123,5 miliar atau sekitar 54,2 persen, termasuk ekspor whole candlenut milik OSP Farm ke Jeddah, Arab Saudi.
Baca Juga : Ekonomi Sulsel Tumbuh 5,99 Persen di Triwulan IV 2025, Masuk 10 Besar Nasional
Pada sektor pembiayaan, BI Sulsel menggandeng Bank Mandiri dan Bank Sulselbar untuk memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM melalui workshop pengelolaan keuangan sekaligus membuka akses terhadap sumber pembiayaan usaha.
Penguatan ekonomi kreatif juga dilakukan melalui Lomba Desain Motif Wastra Sulawesi Selatan, seminar inspiratif bertema Wastra Traditional Reimagined and Discover the Future of Fashion, serta berbagi pengalaman dari alumni program UMKM REWAKO.
Di bidang ekonomi syariah, BI Sulsel memperluas pemanfaatan keuangan sosial melalui Aplikasi Satu Wakaf Indonesia bekerja sama dengan Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan. Program tersebut mendukung pemberdayaan ibu rumah tangga melalui Pekarangan Pangan Terpadu di Desa Lamakkaraseng, Kabupaten Bone, yang dipromosikan melalui booth “Wakafein”.
Baca Juga : BI Rilis LPI 2025, Ekonomi Indonesia Diproyeksi Tumbuh Hingga 5,9 Persen
Sementara itu, akselerasi digitalisasi pembayaran diwujudkan melalui edukasi penggunaan QRIS TAP, pelindungan konsumen, serta berbagai kompetisi bertema QRIS dan Cinta Bangga Paham Rupiah, seperti lomba mewarnai, modern dance, content competition, stand up comedy, hingga turnamen E-Sport Mobile Legends.
Penyelenggaraan KKS x DIGIFEST 2026 turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Jufri Rahman, Anggota DPR RI Meity Rahmatia, Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi, Ketua Harian Dekranasda Sulsel Wiwik Elnangti Wijaya, Kepala LPS III Fuad Zaen, Ketua Ikatan Wanita Perbankan Sulsel Josita Mayadewi Rizki, perwakilan OJK Sulselbar, Forkopimda, pimpinan perbankan, serta pelaku usaha dan asosiasi industri di Sulawesi Selatan.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
