HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Sabtu malam di Warkop DK10 selalu punya suasana berbeda.
Di tengah aroma kopi hitam, suara sendok beradu gelas, dan gorengan yang makin cepat habis daripada bahan obrolan, tiga sahabat rasa saudara kembali berkumpul: Om Haria, Mas Bro, dan Deng Kio.
Belum lama duduk, Mas Bro langsung membuka percakapan.
Baca Juga : Usulan Menteri PPPA Arifah Fauzi Dibanjiri Kritik
“Kadang orang itu salah fokus,” katanya sambil menyeruput kopi hitam.
“Pesannya bagus, tapi karena yang bicara orang kecil, langsung dianggap angin lalu.”
Om Haria langsung mengangguk pelan.
“Betul itu. Kalau yang ngomong pejabat atau orang berpangkat, semua bilang siap-siap. Giliran rakyat biasa kasih masukan, malah dianggap cerewet.”
Baca Juga : Imbauan Bahlil Lahadalia Soal Hemat LPG Diguyur Kritikan
Deng Kio tertawa kecil.
“Padahal bisa jadi yang paling jujur justru orang kecil. Karena dia bicara dari apa yang dia rasakan sehari-hari.”
Mas Bro kembali menimpali dengan gaya santainya.
Baca Juga : Perkuat Tata Kelola Kampus, Unibos Lantik 27 Pejabat Baru: Berikut Daftarnya!
“Makanya ada pepatah: jangan lihat siapa yang mengirim pesan, tapi lihat isi pesannya.”
Suasana Warkop DK10 makin hangat.
Di meja mereka, kopi susu mulai tinggal setengah, pisang goreng makin berkurang, dan obrolan mulai naik level.
Baca Juga : Impor Mobil Pickup dari India Dibanjiri Kritik
“Kadang orang terlalu silau lihat jabatan,” kata Om Haria.
“Merasa yang di atas pasti benar, yang di bawah pasti kurang paham.”
Deng Kio langsung menyela.
“Padahal yang di bawah itu sering lebih tahu keadaan sebenarnya.”
Mas Bro tersenyum tipis.
“Karena mereka yang merasakan langsung.”
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
