HARIAN.NEWS – Pemerintah Indonesia di bawah pimpinan Presiden Prabowo menyetujui impor 1.000 ton beras khusus dan 580 ribu ekor ayam dari negara Amerika Serikat (AS) sebagai bagian dari perjanian dagang resiprokal.
Dalam keterangannya, Juru Bicara Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian, Haryo Limanesto. Mengatakan bahwa realisasi impor beras khusus tersebut akan menyesuaikan permintaan domestik yang jumlahnya relatif kecil dibandingkan total produksi beras nasional.
Kebijakan tersebut dinilai bertentangan dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang disampaikannya pada bulan Januari 2026 lalu.
Baca Juga : Diplomasi Prabowo Buka Akses Pasar AS, 53 Komoditas Pertanian RI Bebas Tarif
Mentan Andi Amran menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh lagi mengimpor beras karena telah swasembada, dengan stok yang melimpah. Menurutnya pencapaian tersebut harus menjadi suatu kebanggaan.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
