Logo Harian.news

Jauh dari Permukiman, Lokasi Ledakan Amunisi di Garut Terletak di Tepi Pantai

Editor : Rasdianah Senin, 12 Mei 2025 19:19
Korban jiwa dalam ledakan pemusnahan amunisi kadaluarsa di Garut. Foto: ist
Korban jiwa dalam ledakan pemusnahan amunisi kadaluarsa di Garut. Foto: ist

HARIAN.NEWS, GARUT – Lokasi ledakan amunisi kedaluwarsa milik TNI AD terletak di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Kawasan ini merupakan kawasan steril yang jauh dari permukiman warga dan dijaga ketat oleh aparat TNI saat kegiatan pemusnahan amunisi berlangsung.

“Lokasi jauh dari permukiman, karena dekat ke laut,” ujar Camat Cibalong, Dianavia Faizal, dikutip dari liputan6, Senin (12/5/2025).

Ia menjelaskan, kawasan tersebut memang kerap digunakan sebagai lokasi peledakan bahan berbahaya oleh TNI karena dinilai aman dari potensi gangguan terhadap warga sekitar. Jarak antara titik peledakan dan kantor Kecamatan Cibalong, kata dia, mencapai sekitar 8 kilometer.

Baca Juga : Aksi Karya Bakti TNI di Enrekang: Pasar Lebih Bersih, Ekonomi Makin Hidup

“Ke permukiman relatif, tergantung dari sisi mana daerah Sagara. Tapi dari kantor kecamatan ke lokasi tempat peledakan itu ada mungkin 8 kilometer,” kata Dianavia, seperti dilansir dari Antara

Dia menambahkan, setiap kali kegiatan peledakan dilakukan, pihak TNI selalu memberikan pemberitahuan kepada kecamatan.

Selanjutnya, pihak kecamatan meneruskan informasi tersebut kepada warga sekitar agar tidak panik saat mendengar suara ledakan.

Baca Juga : Investigasi Kasus Ledakan Amunisi di Garut, TNI AD Periksa 46 Saksi

“Kami sudah diinformasikan apabila ada kegiatan, jadi warga juga sudah biasa dan tidak kaget meskipun ada suara ledakan atau getaran bangunan,” jelasnya.

Menurutnya, kegiatan pemusnahan amunisi oleh TNI di wilayah tersebut sudah menjadi kegiatan rutin yang dikenali oleh masyarakat setempat.

TNI AD pun menyatakan, proses peledakan amunisi kedaluwarsa telah sesuai dengan SOP. Lokasi yang dipakai pun jauh dari permukiman warga dan memang biasa digunakan sebagai titik disposal atau pemusnahan amunisi kedaluwarsa.

Baca Juga : Telan 13 Korban, ini Kronologi Ledakan Pemusnahan Amunisi TNI AD di Garut

“Lahan yang digunakan untuk penghancuran amunisi afkir tersebut adalah lahan milik BKSDA Kabupaten Garut yang sudah rutin digunakan untuk memusnahkan amunisi afkir, dan lokasinya jauh dari permukiman warga,” ujar Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana, Senin (12/5/2025).

Wahyu mewakili jajaran TNI AD pun mengucapkan belasungkawa atas peristiwa ledakan dalam kegiatan pemusnahan amunisi tersebut, khususnya terhadap seluruh korban baik dari prajurit maupun sipil.

“Yang menjadi korban dalam musibah ini adalah prajurit-prajurit yang memiliki dedikasi yang tinggi, dan kami juga berduka cita, berbela sungkawa atas meninggalnya korban masyarakat sipil. Kami mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus mendoakan para korban dan semua keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” kata jenderal bintang satu TNI AD ini.

Baca Juga : Korban Tewas Ledakan Pemusnahan Amunisi di Garut Bertambah: 4 TNI AD, 9 Sipil

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda