HARIAN.NEWS – Pembagian jabatan menteri dan wakil menteri yang tidak sedikit di Kabinet Presiden Prabowo Subianto dinilai berpotensi menciptakan pemborosan anggaran yang signifikan.
Dengan adanya “kabinet gemuk” di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, maka ke depan pemerintah perlu menyiapkan anggaran gaji, mobil dinas, hingga tunjangan para menteri dan wakil menteri.
Baca Juga : Prabowo: Vietnam dan Thailand Hebat Silat, Dulu Kita yang Latih
Peneliti Center of Economic and Law Studies, Galau D Muhammad. Mengatakan bahwa semakin banyaknya menteri dan wakil menteri maka akan mengakibatkan pembengkakan anggaran belanja negara, termasuk gaji para staf pendukung, pengadaan mobil dinas, fasilitas kantor, hingga pembayaran gaji pensiun.
Menurut Galau, semua tanggungan ini semakin memperparah kerentanan fiskal akibat jatuh tempo hutang dan turunnya penerimaan pajak pada tahun mendatang.
Dalam analisanya Celios mencatat, dari seluruh pengeluaran kabinet gemuk Presiden Prabowo akan mengundang potensi pembengkakan anggaran hingga Rp1,95 triliun selama 5 tahun ke depan.
Baca Juga : Pulihkan Pertanian Sumatera Pascabencana, Kementan Siapkan Rp1,49 Triliun dan Usul Tambahan Rp5,1 Triliun
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

