MAKASSAR, HARIAN.NEWS – Konferensi Provinsi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulsel akhirnya di gelar di Gedung Graha Pena Jalan Urip Sumoharjo No 20 Makassar, Selasa (2/06/2026) hari ini.
Baca Juga : Faisal Palapa Akui Dana Terbatas, Jadwal Konferprov PWI Sulsel Tetap Dipaksakan
Perhelatan wartawan yang diikuti 305 pemilik suara (peserta penuh) dan dihadiri sekitar 200-an peserta peninjau (KTA Muda) tersebut memunculkan dua pasangan yang telah dinyatakan memenuhi syarat dan lolos verifikasi Pengurus PWI Pusat berdasarkan SK bernomor 696/PWI-P/LXXX/V/2026 tertanggal 25 Mei 2026.
Kedua pasangan kandidat calon ketua PWI Sulsel dan Ketua Dewan Kehormatan Provinsi tersebut masing-masing pasangan Amrullah Basri-Abd Jurlan dan Suwardi Thahir-Dahlan Abubakar. Kedua kandidat berasal dari media yang sama, Amrullah Basri dan Suwardi Thahir keduanya dari Harian Fajar sedang Jurlan dan Dahlan dikenal sama sama dibesarkan Harian Pedoman Rakyat.
Konferensi Provinsi PWI Sulsel dibuka resmi Gubernur Sulsel diwakil Asisten III Muhammad Arafah dan dihadiri Walikota Makassar Munafri Arifuddin, Ketua PWI Pusat, Ketua PWI masa bakti 2021-2026 Sulsel H Agussalim Alwi Hamu, dan H Zulkifli Gani Otto Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat yang menjabat Plt Ketua PWI Sulsel.
Baca Juga : Turun Gunung! Sang Maestro Dahlan Abubakar Siap Kembalikan Kejayaan PWI Sulsel
Walikota Makassar Munafri Arifuddin dalam sambutannya mengatakan, zaman menuntut wartawan harus bekerja mengedepankan profesionalisme, tidak boleh menyebarkan informasi atau berita yang tidak akurat data dan sumbernya karena akan sama informasi yang dipublikasikan medsos.
:”Saya sangat setuju jika semua wartawan harus mengikuti uji kompetensi karena sudah pasti bersangkutan sudah faham betul tugas dan tanggung jawabnya sebagai jurnalis yang bekerja profesional,” tandasnya serius.
Penghelatan tertinggi dalam pengambilan keputusan mendapat perhatian besar dari berbagai pihak, utamanya tertuju pada pasangan kandidat calon yang akan berkompetisi kali ini. Keempat calon dinilai memiliki latarbelakang yang mumpuni melakoni kehidupan pers menerobos tantangan setiap zaman.
Baca Juga : Dikawal Pendukung, Suwardi Thahir Daftarkan Diri ke PWI Sulsel
Jurlan sendiri saat ditemui wartawan media ini mengakui, siapapun terpilih memiliki kewajiban meningkatkan profesionalisme wartawan dalam rangka memposisikan pers sehat yang salah satu perannya adalah ikut memajukan Sulsel dalam pembangunan jiwa dan raga.
Jurlan yang juga dikenal sebagai seniman dan organisatoris menyebutkan, kalau dirinya menekuni profesi wartawan saat duduk di Semester tiga (1983) di IAIN Alauddin. Saat itu bersama Usama Kadir dan Usdar Nawawi, keduanya almarhum, bekerja di SK Mimbar Karya. Selanjutnya, bertemu wartawan andalan Harian Pedoman Rakyat di tahun 1986. Bergabung di PR sampai 2006 lalu berturut-turut jadi Pemred Harian Suara Sawerigading (Palopo), Pemred Tabloid Sorot, Pemred Majalah Mamaku (Bimas KEMENAG Sulsel), Pemred Abdi Negara (Korpri Sulsel) Pemred Majalah Dinamika, hingga Pemred Harian Kaltara Post (2016).
Sebagai organisatoris Jurlan yang kini menjabat salah satu pemimpin BAZNAS Kota Makassar tercatat pernah bergabung di MUI Kota Makassar, MDI Mks, IPHI Makassar dan Sulsel, sekarang masih menjabat Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI).
Baca Juga : Safari Jurnalistik PWI – ASTRA di Makassar: Era Disrupsi Media Perlu Transformasi
Sebagai seniman, nama Jurlan Em Saho’as tercantum dalam buku Apa dan Siapa Penyair Indonesia yang diterbitkan Dirjen Kebudayaan Diknas (2018). Ratusan puisi, Cerpen, esai, naskah drama/film dihasilkan sebagai Penyair dan sutradara. Tanah Air Puisiku berhasil meraih terbaik judul buku kumpulan puisi Penyair Nusantara yang digelar Yayasan Puisi Indonesia (Jakarta) tahu 2022 dan puisi “Cinta Rasul” raih 10 Top Puisi Indonesia (2023).
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
