Logo Harian.news

KAMMI Nilai Pernyataan Feri Amsari Soal Swasembada Pangan Tak Berbasis Realitas

Editor : Redaksi Selasa, 07 April 2026 22:17
Logo KAMMI.
Logo KAMMI.

HARIAN.NEWS, JAKARTA – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menyampaikan sikap tegas atas pernyataan Feri Amsari yang menyebut Presiden Prabowo Subianto berbohong terkait swasembada pangan.

KAMMI menilai pernyataan tersebut tidak didasarkan pada pembacaan yang utuh terhadap realitas di lapangan, serta berpotensi mereduksi kerja keras jutaan petani sebagai fondasi utama ketahanan pangan nasional.

Ketua Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan PP KAMMI, Aulia Furqon, menegaskan bahwa capaian swasembada pangan merupakan hasil kerja kolektif yang panjang.

Baca Juga : Debat Swasembada Pangan, Farid Nilai Feri Amsari Abaikan Intervensi Pemerintah

Para petani, kata dia, bekerja di tengah tekanan biaya produksi, risiko perubahan iklim, serta ketidakpastian pasar. Dalam kondisi tersebut, negara terus hadir melalui berbagai kebijakan yang secara bertahap diperbaiki.

“Menyebut kebijakan ini sebagai kebohongan menunjukkan cara pandang yang tidak berpijak pada fakta lapangan. Petani bekerja nyata setiap hari. Hal itu tidak bisa dipatahkan dengan opini tanpa dasar data yang kuat,” tegas Furqon.

Ia juga menilai pernyataan tersebut tidak mencerminkan pemahaman yang utuh terhadap dinamika sektor pertanian yang kompleks.

Baca Juga : Indef: Harga Pangan Jelang Ramadhan 2026 Lebih Stabil Dibanding Tahun Lalu

“Kritik seperti ini muncul tanpa memahami kondisi riil di lapangan. Realitas pertanian tidak bisa disederhanakan hanya berdasarkan asumsi atau persepsi. Ada proses panjang, ada kerja keras petani, dan ada perbaikan sistem yang sedang berjalan,” ujarnya.

KAMMI menegaskan sikap keberpihakan kepada petani, sekaligus mengakui adanya arah kebijakan pemerintah yang mulai menunjukkan hasil. Dalam konteks ini, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dinilai berada pada jalur yang tepat dalam upaya pembenahan sistem pertanian nasional.

“Kami melihat ada perbaikan nyata. Kesejahteraan petani mulai meningkat, terlihat dari harga pembelian gabah yang lebih baik serta kebijakan subsidi pupuk yang semakin terarah. Hal ini dirasakan langsung oleh petani, bukan sekadar laporan administratif,” jelas Furqon.

Baca Juga : Antisipasi Kekeringan dan Geopolitik Global, Mentan Amran Pastikan Pangan Nasional Aman

Selain itu, ia menyoroti bahwa pembenahan sektor pertanian tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada keberlanjutan generasi.

Keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian mulai didorong melalui pendekatan inovasi dan pemanfaatan teknologi.

“Kepercayaan kepada generasi muda adalah langkah strategis. Pertanian harus menjadi sektor modern yang berbasis inovasi. Dengan dukungan teknologi, produktivitas dapat meningkat dan daya saing pun ikut terangkat,” katanya.

Baca Juga : Mentan Amran: Pangan Aman 324 Hari ke Depan, Produksi Beras 2,6–5,7 Juta Ton per Bulan

Meski demikian, KAMMI menekankan bahwa capaian swasembada pangan harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam stabilitas harga. Pada tahun pertama, peningkatan produksi dinilai belum sepenuhnya diikuti oleh penurunan harga beras di tingkat konsumen.

“Tahun kedua harus menjadi fase perbaikan. Rantai pasok perlu dibenahi agar distribusi lebih efisien dan harga beras dapat turun di tingkat konsumen. Swasembada tidak cukup hanya terlihat pada angka produksi, tetapi juga harus dirasakan di pasar,” tegasnya.

KAMMI memandang, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, arah menuju swasembada pangan semakin jelas, dengan catatan perbaikan sistem harus terus dilakukan secara konsisten.

“Kami optimistis, jika pembenahan ini berlanjut dan tetap berfokus pada kepentingan rakyat, maka swasembada pangan di tahun kedua tidak hanya tercapai, tetapi juga berdampak pada stabilitas harga dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” lanjutnya.

Di akhir pernyataannya, Furqon menegaskan bahwa KAMMI akan tetap berada pada posisi kritis dan konstruktif dalam mengawal kebijakan pemerintah.

“PP KAMMI akan terus mengawal kebijakan pemerintah. Kami berpihak kepada petani dan masyarakat. Kedaulatan pangan harus diwujudkan melalui sistem yang adil, distribusi yang efisien, serta harga yang terjangkau,” pungkasnya.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda