HARIAN.NEWS – Kabar mengenai kondisi kesehatan pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menjadi sorotan setelah ia dilaporkan berada dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif di kota suci Qom.
Informasi ini mengemuka dari laporan yang dikutip CNN Indonesia, merujuk pada pemberitaan The Times yang mengutip memo diplomatik berbasis intelijen Amerika Serikat, Selasa (7/4). Dalam dokumen tersebut, disebutkan bahwa Khamenei berada dalam kondisi lemah dan tidak mampu terlibat dalam pengambilan keputusan pemerintahan.
Baca Juga : Krisis Global Mengintai, WFP Sebut 45 Juta Orang Terancam Kelaparan, Indonesia Surplus Beras
Meski demikian, laporan itu belum dapat diverifikasi secara independen. Disebutkan pula bahwa memo tersebut telah diedarkan kepada sejumlah sekutu Amerika Serikat di kawasan Teluk.
Masih dari laporan yang sama, dokumen itu menjadi salah satu yang pertama mengungkap dugaan lokasi Khamenei, yang sebelumnya tidak pernah dipublikasikan ke publik.
Sementara itu, The Jerusalem Post melaporkan bahwa kondisi kesehatan Khamenei yang disebut menggantikan ayahnya, Ali Khamenei berpotensi memperdalam ketidakpastian politik di Iran, terutama setelah meningkatnya ketegangan militer dengan Israel dan Amerika Serikat pada akhir Februari lalu.
Baca Juga : Jusuf Kalla Angkat Suara soal Pertamina Pride dan Gamsunori yang Tertahan di Selat Hormuz
Situasi ini memicu pertanyaan serius mengenai siapa yang sebenarnya mengendalikan pemerintahan Iran di tengah konflik yang berlangsung.
Meskipun pejabat Iran menegaskan bahwa Khamenei masih memegang kendali, absennya ia dari ruang publik sejak konflik dimulai memperkuat spekulasi bahwa kekuasaan mungkin dijalankan oleh pihak lain.
Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa dalam beberapa pekan terakhir, Khamenei diduga tidak mampu menjalankan fungsi kepemimpinannya secara penuh.
Baca Juga : Konflik AS–Israel vs Iran Dinilai Berpotensi Jadi Peluang Ekspor bagi Sulselbar
Kondisi ini memunculkan dugaan bahwa Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) berpotensi memegang kendali de facto atas negara.
Sejak konflik berlangsung, televisi pemerintah Iran hanya menyiarkan dua pernyataan yang dikaitkan dengan Khamenei.
Namun, tidak ada rekaman audio maupun video yang menunjukkan dirinya berbicara secara langsung, sehingga semakin memperkuat spekulasi mengenai kondisi kesehatannya.
Baca Juga : Gejolak Israel-AS dan Iran Dorong Harga Emas Berpotensi Tembus Rp4 Juta Per Gram
Selain itu, memo yang sama juga mengungkap adanya persiapan di Qom untuk pembangunan mausoleum besar bagi Ali Khamenei dan kemungkinan anggota keluarganya.
Jika benar, rencana ini berbeda dengan laporan sebelumnya yang menyebut prosesi pemakaman akan dipusatkan di Teheran.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

