Logo Harian.news

Ketua Majelis Syura PKS Diberi Gelar Kebangsawanan: I Waliuddin Karaeng Manaba Ri Marusu

Editor : REDAKSI II Senin, 08 Agustus 2022 20:01
Ketua Majelis Syura PKS Diberi Gelar Kebangsawanan: I Waliuddin Karaeng Manaba Ri Marusu

MAROS, HARIANEWS.COM – Pemangku Amanah Raja ke-24 atau Karaeng Marusu, Abdul Waris Tajuddin Karaeng Sioja berkali-kali menyebut nama Muzayyin Arif saat sambutan usai penyematan gelar kebangsawanan bagi Ketua Majelis Syura PKS (Partai Keadilan Sejahtera), Salim Segaf Al Jufri, Senin, 8 Agustus 2022.

Karaeng Marusu mengaku intens menggali informasi dari Muzayyin Arif, kader PKS Sulsel yang juga Wakil Ketua DPRD Sulsel.

Karaeng Marusu menuturkan, pemberian gelar kebangsawanan di Kerajaan Marusu tidak banyak dilakukan. Sebab, proses dan kriterianya juga sangat kompleks. Namun Salim dianggap memenuhi persyaratan sehingga berhak menyandang nama tersebut.

Baca Juga : Cak Imin: Koalisi Partai Pendukung AMIN Siap Ajukan Hak Angket Pemilu 2024

“Berdasar dari info dari ananda Muzayyin itulah kami menggelar tudang sipulung bersama para pemangku kerajaan, kemudian sepakat memberi gelar kebangsawanan bagi Doktor Salim,” ucap Karaeng Marusu.

Ia mengaku Muzayyin sudah dianggap anak di Kerajaan Marusu. Makanya informasi yang didapatkan darinya diyakini betul kebenarannya.

“Mengapa saya berkali-kali menyebut nama Muzayyin di mimbar ini? Karena dia memang sudah kami anggap anak sendiri. Bukan karena dia Wakil Ketua DPRD Sulsel, tapi karena kontribusinya pada daerah ini. Setelah kami telusuri, bapaknya ternyata adalah bagian dari sejarah kekadian Kerajaan Marusu. Sedangkan ibunya merupakan kerabat dekat kami, dari rumpun keluarga Sidenreng,” tambah Karaeng Marusu.

Baca Juga : Real Count KPU, Berikut Deretan Caleg yang Berpeluang Besar Duduk di DPRD Makassar

Prosesi penyematan gelar kebangsawanan pun digelar di Balla Lompoa, Kassikebo, Maros. Karaeng Marusu memberi nama I Waliuddin Karaeng Manaba Ri Marusu untuk Salim atau yang akrab disapa Doktor Salim.

Salim disambut istimewa. Dimulai dari penjemputan pasukan berkuda sejak di Lingkungan Buttatoa, sekitar 1 kilometer dari Balla Lompoa. Tiba di pelataran istana, disambut lagi dengan tradisi aru atau Angaru, juga tari Paduppa.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@harian.news atau Whatsapp 081243114943

Follow Social Media Kami

KomentarAnda