Baca Juga : Kalapas Parepare Sampaikan Arahan Dirjenpas dan Itjen
Baca Juga : Anggota Komisi VI DPR Minta Lapas Maros Penguatan Kualitas Pemasyarakatan
HARIAN.NEWS, MAROS — Pembinaan di balik tembok pemasyarakatan bukan hanya tentang menjalani masa pidana, tetapi juga membuka kesempatan bagi setiap warga binaan untuk terus berkembang.
Baca Juga : Kalapas Parepare Sampaikan Arahan Dirjenpas dan Itjen
Baca Juga : Anggota Komisi VI DPR Minta Lapas Maros Penguatan Kualitas Pemasyarakatan
Semangat itulah yang dihadirkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, melalui pelatihan keterampilan bagi warga binaan lanjut usia dalam program “Sapa Lansia Pas”.
Baca Juga : Kalapas Parepare Sampaikan Arahan Dirjenpas dan Itjen
Baca Juga : Anggota Komisi VI DPR Minta Lapas Maros Penguatan Kualitas Pemasyarakatan
Baca Juga : KPL Deteksi Dini Setiap Blok Napi Lapas Palopo
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kegiatan Pelatihan Kemandirian dalam Program Strategi Pelayanan Holistik Terintegrasi Bagi Warga Binaan Lansia Pemasyarakatan (SAPA LANSIA PAS) tersebut dilaksanakan dengan melibatkan instruktur dari Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Maros (Diskopurindag), Jumat (30/9/2026).
Baca Juga : Kalapas Parepare Sampaikan Arahan Dirjenpas dan Itjen
Baca Juga : Anggota Komisi VI DPR Minta Lapas Maros Penguatan Kualitas Pemasyarakatan
Dalam pelatihan itu, warga binaan lansia mendapat pendampingan untuk membuat berbagai kerajinan tangan, di antaranya gelang dan tempat tisu. Melalui praktik langsung, mereka diberi ruang untuk mengasah kreativitas, melatih ketelitian, serta menghasilkan karya yang memiliki nilai guna.
Baca Juga : Kalapas Parepare Sampaikan Arahan Dirjenpas dan Itjen
Baca Juga : Anggota Komisi VI DPR Minta Lapas Maros Penguatan Kualitas Pemasyarakatan
Lebih dari sekadar kegiatan keterampilan, pelatihan ini menjadi bagian dari pendekatan pembinaan yang menempatkan warga binaan lansia sebagai individu yang tetap memiliki potensi untuk dikembangkan.
Baca Juga : Kalapas Parepare Sampaikan Arahan Dirjenpas dan Itjen
Baca Juga : Anggota Komisi VI DPR Minta Lapas Maros Penguatan Kualitas Pemasyarakatan
Baca Juga : “Kamar Mewah” Napi Lapas Cibinong Dibongkar Alat Berat
Faktor usia tidak semestinya menjadi penghalang untuk belajar, berkarya, dan memperoleh kesempatan menjalani kehidupan yang lebih produktif. Keterlibatan Diskopurindag Kabupaten Maros juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pemberdayaan warga binaan.
Baca Juga : Kalapas Parepare Sampaikan Arahan Dirjenpas dan Itjen
Baca Juga : Anggota Komisi VI DPR Minta Lapas Maros Penguatan Kualitas Pemasyarakatan
Pendampingan instruktur diharapkan dapat memberikan pengalaman praktis yang bermanfaat sekaligus memperluas kemampuan peserta dalam menghasilkan produk kerajinan.
Baca Juga : Kalapas Parepare Sampaikan Arahan Dirjenpas dan Itjen
Baca Juga : Anggota Komisi VI DPR Minta Lapas Maros Penguatan Kualitas Pemasyarakatan
Program SAPA LANSIA PAS mengedepankan pelayanan holistik dan terintegrasi bagi warga binaan lanjut usia. Pelaksanaannya tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga memperhatikan aspek pemberdayaan, pengembangan kapasitas, dan pemenuhan hak-hak warga binaan dengan tetap menjunjung prinsip hak asasi manusia.
Baca Juga : Kalapas Parepare Sampaikan Arahan Dirjenpas dan Itjen
Baca Juga : Anggota Komisi VI DPR Minta Lapas Maros Penguatan Kualitas Pemasyarakatan
Kepada media, Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Maros, Ali Imran, menegaskan bahwa pelatihan kemandirian merupakan bentuk komitmen untuk memberikan kesempatan yang setara bagi warga binaan lansia dalam mengembangkan potensi diri.
Baca Juga : Kalapas Parepare Sampaikan Arahan Dirjenpas dan Itjen
Baca Juga : Anggota Komisi VI DPR Minta Lapas Maros Penguatan Kualitas Pemasyarakatan
“Kami ingin memastikan bahwa warga binaan lansia tetap mendapatkan ruang untuk belajar, berkarya, dan meningkatkan keterampilan. Melalui Program SAPA LANSIA PAS, kami berupaya menghadirkan pembinaan yang tidak hanya memperhatikan kebutuhan dasar, tetapi juga mendorong kemandirian dan meningkatkan kualitas hidup mereka,” ujar Imran.
Baca Juga : Kalapas Parepare Sampaikan Arahan Dirjenpas dan Itjen
Baca Juga : Anggota Komisi VI DPR Minta Lapas Maros Penguatan Kualitas Pemasyarakatan
Melalui kegiatan tersebut, Lapas Maros berharap keterampilan yang diperoleh peserta dapat menjadi bekal berharga untuk mendukung kemandirian dan produktivitas mereka. Namun, keberlanjutan pendampingan dan kesempatan mempraktikkan keterampilan menjadi hal penting agar manfaat program dapat dirasakan secara nyata.
Baca Juga : Kalapas Parepare Sampaikan Arahan Dirjenpas dan Itjen
Baca Juga : Anggota Komisi VI DPR Minta Lapas Maros Penguatan Kualitas Pemasyarakatan
Upaya ini menegaskan bahwa pembinaan pemasyarakatan tidak semata-mata berorientasi pada pelaksanaan masa pidana. Dengan pendekatan yang inklusif dan humanis, warga binaan lansia tetap diberi ruang untuk mengembangkan kemampuan, menjaga kepercayaan diri, dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah menjalani masa pembinaan.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
