HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Ledakan tungku smelter di PT ITSS di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menyebabkan belasan orang meninggal dan puluhan pekerja lainnya mengalami luka ringan hingga berat.
Menurut data terbaru korban meninggal dunia akibat ledakan tungku smelter nikel PT.ITSS hinga saat ini berjumlah 18 orang, terdiri dari 8 pekerja asing dan 10 pekerja lokal.
Baca Juga : Investasi Sosial Rp11 Miliar, Huabao Dirikan Tiga Masjid untuk Warga Morowali
Fungsionaris Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII), Abraham, mengatakan jika terjadinya ledakan di kawasan IMIP merupakan suatu kejadian yang sangat fatal dan harus dievaluasi secara menyeluruh oleh Pemerintah Indonesia.
”Kami banyak mendapat laporan dan pernah juga melakukan investigasi di kawasan tersebut, memang di sana prosedur pekerjaan tidak mematuhi prinsip K3, bahkan perusahaan lebih mementingkan produktivitas dan kejar target dibandingkan keselamatan pekerja. tentunya hal ini sangat membahayakan pekerja di sana,” ujar Abraham, Selasa (26/12/2023).
Ia melanjutkan, memang Industri yang notabene berasal dari Tiongkok yang masuk ke Indonesia harus segera di evaluasi ujar Abraham.
Baca Juga : Lagi, Mahasiswa Tuntut Pencabutan Izin PT ITSS: Buntut Ledakan Smelter di Morowali
“Terutama industri smelter nikel ya, sebelum kejadian ini juga terjadi kecelakaan kerja di smelter PT GNI dan memakan korban jiwa juga,” ujarnya.
“Smelter-smelter besar hasil investasi dari China ini kan mereka mengimpor mayoritas peralatan dari Nngaranya, mestinya ini dicek dengan teliti apakah perkakas layak pakai atau tidak, jangan-jangan alat kerjanya sudah tidak layak pakai terus digunakan di smelter kan bahaya sekali,” lanjut Abraham.
Abraham menegaskan agar Pemerintah Indonesia melalui Kementerian ESDM dan Kementerian Investasi untuk segera mencabut izin operasional kawasan IMIP dan PT ITSS.
Baca Juga : Ledakan Tungku Smelter di Morowali, Telan Korban hingga 16 Orang
Ia juga meminta agar Pemerintah segera membentuk Tim Investigasi Gabungan untuk mengungkap seterang-terangnya penyebab peristiwa ledakan ini.
Saat ditemui Abraham juga menyampaikan jika pihaknya akan melakukan aksi unjuk rasa di kantor pusat IMIP di gedung Sopo Del Tower dan Kementerian ESDM RI.
“Kami tidak bisa tinggal diam ya melihat peristiwa ini, kami tidak ingin peristiwa semacam ini terjadi lagi di smelter nikel, maka dari itu kami akan menggelar aksi unjuk rasa di kantor IMIP dan Kementerian terkait,” pungkas Abraham.
Baca Juga : Ciptakan Peluang Usaha, PT Vale Edukasi Petani Morowali Manfaat Tanaman Herbal dan Sayur Organik
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

