HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Lembaga Debat Hukum dan Konstitusi Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (LeDHaK FH Unhas) resmi membuka Ko-Kurikuler Debat Hukum dan Konstitusi Tahun 2026.
Kegiatan yang digelar pada 26 September 2026 tersebut menjadi wadah pembelajaran bagi mahasiswa baru FH Unhas untuk mengenal dasar-dasar debat sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menyusun argumentasi hukum, dan menyampaikan gagasan di hadapan publik.
Baca Juga : PILAR 2026 Tandai Regenerasi Kepengurusan LeDHaK FH-UH
Pembukaan kegiatan dihadiri Group Head Hukum PT Pelindo, Dr. Akhirman, S.H., M.H., Ketua Mahkamah Keluarga Mahasiswa Universitas Hasanuddin Anugra, Ketua LeDHaK FH Unhas Achmad Fadli, serta para peserta Ko-Kurikuler Debat Hukum dan Konstitusi 2026.
Kepala Sekolah Ko-Kurikuler Debat Hukum dan Konstitusi 2026, Muhammad Dzaky Pramadana, mengatakan kegiatan tersebut menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal dunia debat sekaligus memahami bagaimana argumentasi hukum dibangun dan disampaikan.
Baca Juga : Parlemen Pusat LeDHaK UNHAS 2025 Tetapkan A.M. Randy Sheky sebagai Ketua Umum 2026
Menurutnya, debat tidak hanya berkaitan dengan kemampuan berbicara, tetapi juga menjadi sarana mengasah pola pikir kritis dan menerapkan pengetahuan hukum secara lebih konkret.
“Ko-kurikuler ini menjadi ruang bagi mahasiswa bukan hanya untuk memahami hukum secara teoritis, tetapi juga mengimplementasikan kemampuan berpikir kritis dan kemampuan berbicara di hadapan publik,” ujarnya.
Ko-Kurikuler Debat Hukum dan Konstitusi 2026 diikuti sekitar 60 mahasiswa baru FH Unhas. Dalam penyelenggaraannya, kegiatan tersebut juga berhasil menghimpun dana sebesar Rp6.175.000 melalui dukungan panitia dan mitra kerja sama.
Baca Juga : KONTRA XIV LeDHaK UNHAS 2025: Menyelaraskan Keberagaman, Memperkuat Sinergi Berlembaga
Dzaky menjelaskan, persiapan kegiatan telah dilakukan sejak Juli 2026. Seluruh panitia menjalani berbagai tahapan dan dinamika persiapan sebelum rangkaian kegiatan dimulai.
Rangkaian Ko-Kurikuler Debat Hukum dan Konstitusi 2026 ditargetkan berlangsung hingga akhir November mendatang.
Kepada para peserta, Dzaky menekankan pentingnya memiliki tujuan dan komitmen dalam menjalani proses sebagai seorang pendebat.
Baca Juga : Sambut Anggota Baru, LeDHak Unhas Gelar SEPAKAT XI
“Untuk menjadi seorang pendebat, menurut saya adalah hal yang mustahil bagi mereka yang tidak memiliki tujuan. Oleh karena itu, untuk mengalahkan kemustahilan, teman-teman harus mempunyai tujuan yang lebih besar dari diri kalian sendiri,” katanya.
Ia juga mendorong peserta memiliki komitmen untuk menjadi pendebat, mengejar prestasi, serta terus berkembang dan meraih keberhasilan.
“Teman-teman harus memiliki komitmen yang kuat. Komitmen pada tujuan kalian untuk menjadi pendebat, komitmen pada tujuan kalian untuk juara, dan komitmen pada tujuan kalian untuk sukses,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua LeDHaK FH Unhas, Achmad Fadli, mengatakan Ko-Kurikuler Debat Hukum dan Konstitusi bukan sekadar awal sebuah kegiatan, tetapi menjadi awal dari proses pembelajaran bagi para peserta.
“Hari ini bukan hanya menjadi awal dari sebuah kegiatan, tetapi juga menjadi awal dari sebuah proses. Proses untuk mengenal lebih jauh dunia debat, proses untuk belajar bersama, dan proses untuk menemukan kemampuan serta potensi yang mungkin selama ini belum kita sadari,” ujarnya.
Achmad menegaskan, peserta tidak dituntut untuk langsung menjadi yang terbaik. Menurutnya, setiap mahasiswa memiliki proses dan perkembangan yang berbeda.
Karena itu, keberanian mencoba, kemauan belajar, dan kemampuan untuk terus berkembang menjadi hal yang lebih penting dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Ia juga menilai keberhasilan ko-kurikuler tidak semata-mata diukur dari prestasi atau kemenangan dalam kompetisi.
“Keberhasilan adalah ketika teman-teman pulang dari proses ini dengan membawa pengalaman, keberanian yang lebih besar, kepercayaan diri yang lebih baik, serta kemauan untuk terus belajar,” katanya.
Achmad kemudian mengajak seluruh peserta menikmati setiap tahapan yang akan dilalui selama kegiatan berlangsung.
“Selamat belajar, selamat berproses, dan selamat menikmati setiap perjalanan yang ada,” ucapnya.
Melalui Ko-Kurikuler Debat Hukum dan Konstitusi 2026, LeDHaK FH Unhas diharapkan dapat memperkenalkan dunia debat hukum kepada mahasiswa baru sekaligus menjadi ruang pengembangan kemampuan argumentasi, berpikir kritis, komunikasi publik, dan kepercayaan diri.
Rangkaian kegiatan yang berlangsung hingga akhir November tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari proses pengembangan diri mahasiswa FH Unhas, baik dalam bidang akademik maupun kemampuan berkomunikasi dan berargumentasi.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

