Logo Harian.news

Analis Sebut Indira – Ahmad Susanto Menguat di Posisi Wakil

Manfaatkan Benturan Internal Golkar, ASA Berpotensi Jadi Kuda Hitam Pilwalkot Makassar

Editor : Rasdianah Senin, 01 Juli 2024 16:03
ASA atau Andi Seto Asapa mengembalikan formulir bacakada di PKS. Foto: dok
ASA atau Andi Seto Asapa mengembalikan formulir bacakada di PKS. Foto: dok

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Analis Politik dan Hankam Arqam Azikin secara gamblang menyebut posisi Andi Seto Asapa (ASA) sebagai bakal calon Wali Kota Makassar bisa menguat di tengah posisi 2 calon lainnya yang merupakan kader Golkar yaitu Munafri Arifuddin dan Rahman Pina.

Arqam menganalisis, majunya dua kader partai Golkar di Pilwalkot Makassar, Munafri Arifuddin (APPI) dan Rahman Pina (RP) menjadi konflik internal tersendiri di Golkar, apalagi jika keduanya sama-sama bulat untuk maju Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar.

“Dari hasil rilis dari berbagai lembaga survei, menunjukkan APPI memimpin sementara papan survei dengan elektabilitas di angka 35 persen, popularitas capai 90%. Ini harus hati hati. Kenapa? Antara elektabilitas dan popularitas terpaut jauh,” imbuh Arqam.

Baca Juga : Indira Belum Munculkan Wakil di Pilwali Makassar, Danny: Tunggu Survei Terbaru

Namun, kata Arqam, bvertenggernya APPI di puncak papan survei itu tidak ada jaminan akan bertahan hingga pelaksanaan Pilwalkot nanti, apalagi dengan munculnya politisi Golkar lainnya, yaitu Rahman Pina yang juga tidak bisa dianggap remeh.

“Belakangan dua kader partai Golkar maju sebagai bacalon Wali kota Makassar. Saya hanya ingatkan, Jangan anggap remeh dengan Rahman Pina, apalagi taglinenya bukan coba coba. Berarti ada keseriusan RP maju sebagai bacalon,” katanya.

“Coba Saya simulasikan seperti ini. Ketika terjadi benturan keras di internal partai golkar antara APPI dan Rahman Pina. Ketika hal tersebut terus berlanjut, maka Andi Seto bisa memanfaatkan benturan keras di internal partai Golkar,” imbuh analisis politik dari Unismuh Makassar itu.

Baca Juga : Usai Pertemuan AHY-Amir Uskara, Isu Koalisi PPP-Demokrat Berembus Kencang di Pilkada Gowa

“Kenapa? ingat, Nurdin Halid (NH) itu mertua Andi Seto. Dia NH itu politisi senior, Apalagi saat ini posisi jabatannya sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar sangat strategis,” kata pria yang biasa disapa KAK ini.

“Jadi pada kesimpulannya, benturan keras antara APPI dan RP dapat menggerus elektabilitas Ketua DPD Golkar Makassar itu dalam waktu 2 bulan ke depannya,” katanya.

Arqam Azikin menyebut Ketua Tidar Sulawesi Selatan, Andi Seto Asapa punya potensi sebagai ‘Kuda Hitam’ di Pilwakot Makassar dengan memanfaatkan konflik internal ini, ditambah lagi jika ASA mengantongi rekomendasi Gerindra.

Baca Juga : Susul Hanura, PPP Serahkan Surat Tugas Maju Pilgub Sulsel ke Danny

Alasannya Andi Seto merupakan kader partai Gerindra. Saat pemilihan Wali kota Makassar di 27 November 2024 mendatang Prabowo Subianto telah menjabat sebagai Presiden RI.

“Pilkada serentak di 27 November 2024 mendatang posisi Prabowo Subianto sudah menjadi kepala negara (Presiden). Partai Golkar itu bagian dari Koalisi Indonesia Maju (KIM). Di situ kan ada Partai Gerindra, Golkar, Demokrat dan PAN. Kalau ini menyatu maka itu tadi yang Saya katakan di awal Andi Seto itu bisa jadi Kuda Hitam di Pilwakot Makassar,” katanya.

Untuk diketahui Andi Seto dari berbagai kegiatan politiknya selalu didampingi politisi Gerindra, Kasrudi. Hal itu mengindikasikan partai besutan Prabowo Subianto akan mengusung mantan bupati Sinjai itu.

Baca Juga : AnakMuda Ta Bonsel Siap Bergerak Massif Menangkan Aura di 2 Kecamatan

Sementara terkait munculnya calon lain yang juga tak kalah kuat, yaitu istri Wali Kota Makassar Indira Jusuf Ismail dan Ketua KONI Makassar Ahmad Susanto, Arqam menyebut keduanya dipredikisi hanya menduduki posisi calon wakil wali kota.

“Dua hal yang dapat saya analisis baik Indira dan Ahmad Susanto. Keduanya bukan kader partai, walaupun belakang PPP telah memberikan surat tugas kepada Indira,”

Disampaikannya Indira yang juga istri Danny Pomanto itu walaupun berada di top survei, Arqam masih meyakini Ketua Penggerak PKK kota Makassar itu tetap pada posisi calon Wakil Wali Kota Makassar.

“Saya masih meyakini Indira Jusuf Ismail sebagai calon Wakil Wali Kota Makassar. Kenapa? Ingat Pak Danny Pomanto itu juga maju sebagai bakal calon gubernur,” analis Arqam.

“Jadi tak mungkin keduanya ingin merebut Gubernur dan Wali kota di Sulawesi Selatan,” lanjut Arqam.

PENULIS: MUH YUSUF YAHYA

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@harian.news atau Whatsapp 081243114943

Follow Social Media Kami

KomentarAnda