Baca Juga : Ketika Tanah Rakyat Dipertanyakan: Menguji Transparansi PT Masmindo Dwi Area
Baca Juga : Karhutla Terus Berulang, Mensesneg: Sedih Kita
Baca Juga : Ketika Tanah Rakyat Dipertanyakan: Menguji Transparansi PT Masmindo Dwi Area
Baca Juga : Karhutla Terus Berulang, Mensesneg: Sedih Kita
Baca Juga : Ketika Tanah Rakyat Dipertanyakan: Menguji Transparansi PT Masmindo Dwi Area
Baca Juga : Karhutla Terus Berulang, Mensesneg: Sedih Kita
HARIAN.NEWS, LUWU – PT Masmindo Dwi Area (MDA) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Luwu, beserta instansi terkait memperkuat koordinasi dalam upaya mitigasi dan antisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Luwu, terutama di sekitar wilayah operasional MDA.
Baca Juga : Ketika Tanah Rakyat Dipertanyakan: Menguji Transparansi PT Masmindo Dwi Area
Baca Juga : Karhutla Terus Berulang, Mensesneg: Sedih Kita
Baca Juga : Masmindo Latih 42 Pelaku Usaha Dorong UMKM Desa Naik Kelas
Dalam rapat koordinasi tersebut, MDA memaparkan pemetaan awal sejumlah titik rawan karhutla, khususnya di sekitar area operasional site perusahaan.
Baca Juga : Ketika Tanah Rakyat Dipertanyakan: Menguji Transparansi PT Masmindo Dwi Area
Baca Juga : Karhutla Terus Berulang, Mensesneg: Sedih Kita
Selain itu, pemetaan juga mencakup titik-titik sumber air yang terjangkau untuk mengatasi karhutla. Pemetaan tersebut menjadi langkah awal untuk melihat potensi risiko sekaligus kesiapan sumber daya yang tersedia.
Baca Juga : Ketika Tanah Rakyat Dipertanyakan: Menguji Transparansi PT Masmindo Dwi Area
Baca Juga : Karhutla Terus Berulang, Mensesneg: Sedih Kita
Selanjutnya, koordinasi dengan berbagai unsur terkait akan terus diperkuat untuk mendukung kesiapsiagaan penanganan karhutla di Kabupaten Luwu. Kepala BPBD Kabupaten Luwu, Andi Baso Tenriesa, mengapresiasi inisiatif MDA dalam mendorong upaya mitigasi dan kesiapsiagaan karhutla.
Baca Juga : Ketika Tanah Rakyat Dipertanyakan: Menguji Transparansi PT Masmindo Dwi Area
Baca Juga : Karhutla Terus Berulang, Mensesneg: Sedih Kita
Baca Juga : 10 Desa di Luwu Resmi Jadi Desa Tangguh Bencana, 6 Diantaranya Didampingi MDA
Menurutnya, penanganan karhutla merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, TNI-Polri, Damkar, hingga masyarakat.
Baca Juga : Ketika Tanah Rakyat Dipertanyakan: Menguji Transparansi PT Masmindo Dwi Area
Baca Juga : Karhutla Terus Berulang, Mensesneg: Sedih Kita
“Mitigasi dan Penanganan karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, diperlukan koordinasi dan kesiapsiagaan dari seluruh unsur agar apabila terjadi kebakaran dapat ditangani dengan cepat dan tepat,” ujar Andi Baso.
Baca Juga : Ketika Tanah Rakyat Dipertanyakan: Menguji Transparansi PT Masmindo Dwi Area
Baca Juga : Karhutla Terus Berulang, Mensesneg: Sedih Kita
Selain pemetaan wilayah rawan, pembahasan juga mencakup kesiapan personel dan peralatan, penguatan koordinasi lintas pihak dan kebutuhan pembentukan posko kesiapsiagaan yang berada dekat dengan lokasi rawan karhutla.
Baca Juga : Ketika Tanah Rakyat Dipertanyakan: Menguji Transparansi PT Masmindo Dwi Area
Baca Juga : Karhutla Terus Berulang, Mensesneg: Sedih Kita
Posko induk diperlukan sebagai pusat koordinasi, mengingat kondisi geografis dan jarak antarlokasi di Kabupaten Luwu, terutama wilayah Kecamatan Latimojong.
Baca Juga : Ketika Tanah Rakyat Dipertanyakan: Menguji Transparansi PT Masmindo Dwi Area
Baca Juga : Karhutla Terus Berulang, Mensesneg: Sedih Kita
Dari sisi pencegahan, para pihak menilai pentingnya penguatan sosialisasi kepada masyarakat mengenai potensi musim kemarau panjang, risiko karhutla, serta langkah-langkah pencegahannya.
Baca Juga : Ketika Tanah Rakyat Dipertanyakan: Menguji Transparansi PT Masmindo Dwi Area
Baca Juga : Karhutla Terus Berulang, Mensesneg: Sedih Kita
Sosialisasi dapat dilakukan melalui pemasangan spanduk di sejumlah lokasi strategis, serta penyebaran flyer dan video animasi singkat melalui media sosial. Sebagai tindak lanjut, para pihak menyarankan diagendakan Apel Siaga bersama BPBD, Damkar, TNI-Polri dan unsur terkait lainnya.
Baca Juga : Ketika Tanah Rakyat Dipertanyakan: Menguji Transparansi PT Masmindo Dwi Area
Baca Juga : Karhutla Terus Berulang, Mensesneg: Sedih Kita
Dalam kegiatan tersebut, juga akan dilaksanakan simulasi penanganan karhutla untuk memastikan kesiapan personel dan koordinasi di lapangan untuk menangani karhutla. BPBD Luwu juga akan mendorong aktivasi peran relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) yang sudah terbentuk di beberapa desa.
Baca Juga : Ketika Tanah Rakyat Dipertanyakan: Menguji Transparansi PT Masmindo Dwi Area
Baca Juga : Karhutla Terus Berulang, Mensesneg: Sedih Kita
Peran relawan Destana ini sebagai bagian dari penguatan kesiapsiagaan berbasis masyarakat. Keberadaan relawan Destana diharapkan dapat mendukung upaya pencegahan dan respons awal terhadap potensi karhutla di wilayah desa.
Baca Juga : Ketika Tanah Rakyat Dipertanyakan: Menguji Transparansi PT Masmindo Dwi Area
Baca Juga : Karhutla Terus Berulang, Mensesneg: Sedih Kita
Kepala Teknik Tambang MDA, Mustafa Ibrahim, menyatakan MDA siap mendukung langkah tersebut sesuai dengan sumber daya dan kapasitas yang dimiliki perusahaan. Salah satu dukungan yang disiapkan adalah pengadaan peralatan tangan pemadam kebakaran untuk mendukung penanganan awal di lapangan.
Baca Juga : Ketika Tanah Rakyat Dipertanyakan: Menguji Transparansi PT Masmindo Dwi Area
Baca Juga : Karhutla Terus Berulang, Mensesneg: Sedih Kita
“Langkah ini adalah dukungan kepada para pemangku kepentingan, dan upaya MDA untuk turut menjaga Kabupaten Luwu sebagai ruang hidup bersama masyarakat Kabupaten Luwu” tegas Mustafa.
Baca Juga : Ketika Tanah Rakyat Dipertanyakan: Menguji Transparansi PT Masmindo Dwi Area
Baca Juga : Karhutla Terus Berulang, Mensesneg: Sedih Kita
Melalui langkah tersebut, MDA, BPBD, Damkar, beserta unsur terkait diharapkan dapat membangun kesiapsiagaan yang lebih terintegrasi. Mulai dari pemetaan wilayah rawan, penguatan peralatan dan sumber daya, edukasi masyarakat, hingga simulasi penanganan di lapangan.
Baca Juga : Ketika Tanah Rakyat Dipertanyakan: Menguji Transparansi PT Masmindo Dwi Area
Baca Juga : Karhutla Terus Berulang, Mensesneg: Sedih Kita
Diharapkan, sinergi MDA dan unsur lainnya menjadi langkah bersama menjaga lingkungan yang terjaga dan lestari di Kabupaten Luwu.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
