Baca Juga : Bupati Luwu-Masmindo Resmi Buka Academy Matappa 2026, Siapkan 90 Tenaga Kerja Lokal
Baca Juga : Gelar PPKM di 12 Desa di Kecamatan Latimojong, MDA Jangkau 631 Warga Penerima Manfaat
LUWU, HARIAN.NEWS – PT Masmindo Dwi Area (MDA) terus memperkuat upaya kesiapsiagaan masyarakat terhadap risiko bencana melalui kegiatan Sosialisasi dan Inisiasi Desa Tangguh Bencana (DESTANA) di Desa Boneposi, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, Jumat (12/6/2026).
Baca Juga : Bupati Luwu-Masmindo Resmi Buka Academy Matappa 2026, Siapkan 90 Tenaga Kerja Lokal
Baca Juga : Gelar PPKM di 12 Desa di Kecamatan Latimojong, MDA Jangkau 631 Warga Penerima Manfaat
Kegiatan tersebut menggandeng Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP) dan melibatkan Forum Desa (FORDES) MATAPPA, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu, pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Baca Juga : Bupati Luwu-Masmindo Resmi Buka Academy Matappa 2026, Siapkan 90 Tenaga Kerja Lokal
Baca Juga : Gelar PPKM di 12 Desa di Kecamatan Latimojong, MDA Jangkau 631 Warga Penerima Manfaat
Baca Juga : PT MDA Bangun Fasilitas Air Bersih untuk 21 KK di Latimojong Luwu Sulsel
Program ini merupakan bagian dari pilar Jaga Keselamatan Desa dalam Program Jaga Desa yang diresmikan Bupati Luwu, H. Patahudding, S.Ag., pada 5 Juni 2026 lalu. Inisiatif tersebut lahir dari aspirasi masyarakat yang dihimpun melalui FORDES MATAPPA, khususnya terkait pentingnya peningkatan kapasitas warga dalam menghadapi berbagai potensi bencana di wilayah Latimojong yang memiliki kondisi geografis cukup rentan.
Baca Juga : Bupati Luwu-Masmindo Resmi Buka Academy Matappa 2026, Siapkan 90 Tenaga Kerja Lokal
Baca Juga : Gelar PPKM di 12 Desa di Kecamatan Latimojong, MDA Jangkau 631 Warga Penerima Manfaat
Dalam kegiatan itu, tim Pusat Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat (PUSPENA) Universitas Cokroaminoto Palopo memaparkan hasil penelitian dan pemetaan titik-titik rawan bencana di Desa Boneposi.
Baca Juga : Bupati Luwu-Masmindo Resmi Buka Academy Matappa 2026, Siapkan 90 Tenaga Kerja Lokal
Baca Juga : Gelar PPKM di 12 Desa di Kecamatan Latimojong, MDA Jangkau 631 Warga Penerima Manfaat
Selain itu, diperkenalkan pula sistem informasi geospasial berbasis web atau WebGIS yang dapat dimanfaatkan sebagai media edukasi sekaligus pendukung upaya mitigasi bencana di tingkat desa.
Baca Juga : Bupati Luwu-Masmindo Resmi Buka Academy Matappa 2026, Siapkan 90 Tenaga Kerja Lokal
Baca Juga : Gelar PPKM di 12 Desa di Kecamatan Latimojong, MDA Jangkau 631 Warga Penerima Manfaat
Baca Juga : Masmindo Salurkan Bantuan Pendidikan dan Jalankan Program PELITA di Luwu
Program ini menjadi tahap awal dalam rangkaian penguatan DESTANA di Boneposi. Tahapan berikutnya akan difokuskan pada peningkatan kapasitas masyarakat dan kelembagaan DESTANA melalui pelatihan kesiapsiagaan, penyusunan langkah mitigasi, simulasi kebencanaan, hingga uji fungsi DESTANA guna memastikan kesiapan masyarakat menghadapi berbagai kemungkinan bencana.
Baca Juga : Bupati Luwu-Masmindo Resmi Buka Academy Matappa 2026, Siapkan 90 Tenaga Kerja Lokal
Baca Juga : Gelar PPKM di 12 Desa di Kecamatan Latimojong, MDA Jangkau 631 Warga Penerima Manfaat
External Relations Manager PT Masmindo Dwi Area, Mustafa, mengatakan kesiapsiagaan bencana merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat Latimojong yang harus terus diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak.
Baca Juga : Bupati Luwu-Masmindo Resmi Buka Academy Matappa 2026, Siapkan 90 Tenaga Kerja Lokal
Baca Juga : Gelar PPKM di 12 Desa di Kecamatan Latimojong, MDA Jangkau 631 Warga Penerima Manfaat
“Kami melihat kesiapsiagaan bencana sebagai kebutuhan yang sangat penting bagi masyarakat Latimojong. Karena itu, melalui Program Jaga Desa, khususnya pilar Jaga Keselamatan Desa, kami bersama Pemerintah Kabupaten Luwu, FORDES, dan Universitas Cokroaminoto Palopo berupaya memastikan masyarakat memiliki kapasitas yang lebih baik untuk mengenali risiko, melakukan mitigasi, dan merespons situasi darurat secara tepat,” ujarnya.
Baca Juga : Bupati Luwu-Masmindo Resmi Buka Academy Matappa 2026, Siapkan 90 Tenaga Kerja Lokal
Baca Juga : Gelar PPKM di 12 Desa di Kecamatan Latimojong, MDA Jangkau 631 Warga Penerima Manfaat
Mustafa menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi bukti bahwa aspirasi yang disampaikan masyarakat melalui FORDES dapat ditindaklanjuti menjadi program yang memberikan manfaat nyata bagi desa.
Baca Juga : Bupati Luwu-Masmindo Resmi Buka Academy Matappa 2026, Siapkan 90 Tenaga Kerja Lokal
Baca Juga : Gelar PPKM di 12 Desa di Kecamatan Latimojong, MDA Jangkau 631 Warga Penerima Manfaat
Sementara itu, Ketua PUSPENA Universitas Cokroaminoto Palopo, Dr. Ichwan Muis, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya perguruan tinggi untuk menghubungkan hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan kebutuhan nyata di lapangan.
Baca Juga : Bupati Luwu-Masmindo Resmi Buka Academy Matappa 2026, Siapkan 90 Tenaga Kerja Lokal
Baca Juga : Gelar PPKM di 12 Desa di Kecamatan Latimojong, MDA Jangkau 631 Warga Penerima Manfaat
“Sebagai perguruan tinggi, kami ingin memastikan hasil penelitian tidak berhenti sebagai dokumen akademik. Melalui kegiatan ini, hasil pemetaan risiko bencana dikembalikan kepada masyarakat untuk dipahami, diverifikasi, dan dimanfaatkan sebagai dasar penguatan kesiapsiagaan desa. Kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, MDA, dan perguruan tinggi menjadi kunci dalam membangun desa yang tangguh terhadap bencana,” jelasnya.
Baca Juga : Bupati Luwu-Masmindo Resmi Buka Academy Matappa 2026, Siapkan 90 Tenaga Kerja Lokal
Baca Juga : Gelar PPKM di 12 Desa di Kecamatan Latimojong, MDA Jangkau 631 Warga Penerima Manfaat
Kepala Desa Boneposi, M. Hamka, S.Pd., menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Ia berharap penguatan DESTANA tidak berhenti pada tahap sosialisasi, tetapi terus berlanjut melalui berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat secara aktif.
Baca Juga : Bupati Luwu-Masmindo Resmi Buka Academy Matappa 2026, Siapkan 90 Tenaga Kerja Lokal
Baca Juga : Gelar PPKM di 12 Desa di Kecamatan Latimojong, MDA Jangkau 631 Warga Penerima Manfaat
“Kegiatan ini memberikan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat mengenai potensi risiko bencana di desa kami. Harapan kami, program ini tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi terus berlanjut melalui pelatihan, simulasi, dan penguatan kelembagaan DESTANA sehingga masyarakat semakin siap menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi,” katanya.
Baca Juga : Bupati Luwu-Masmindo Resmi Buka Academy Matappa 2026, Siapkan 90 Tenaga Kerja Lokal
Baca Juga : Gelar PPKM di 12 Desa di Kecamatan Latimojong, MDA Jangkau 631 Warga Penerima Manfaat
Sebelumnya, program penguatan DESTANA telah dilaksanakan di Desa Bonelemo dan Desa Ulusalu pada tahun 2025. Pada tahun 2026, kegiatan dilanjutkan di Desa Boneposi dan dalam waktu dekat akan diperluas ke desa-desa lain di Kecamatan Latimojong berdasarkan hasil pemetaan risiko dan survei lapangan.
Baca Juga : Bupati Luwu-Masmindo Resmi Buka Academy Matappa 2026, Siapkan 90 Tenaga Kerja Lokal
Baca Juga : Gelar PPKM di 12 Desa di Kecamatan Latimojong, MDA Jangkau 631 Warga Penerima Manfaat
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat kapasitas masyarakat serta kelembagaan Desa Tangguh Bencana di wilayah Latimojong, sehingga masyarakat semakin siap dan tangguh menghadapi ancaman bencana di masa mendatang.
Baca Juga : Bupati Luwu-Masmindo Resmi Buka Academy Matappa 2026, Siapkan 90 Tenaga Kerja Lokal
Baca Juga : Gelar PPKM di 12 Desa di Kecamatan Latimojong, MDA Jangkau 631 Warga Penerima Manfaat
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
