HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulawesi Selatan (Sulsel) 27 November 2024 mendatang dihantui kenangan kotak kosong.
Kotak kosong muncul kembali setelah Tenaga ahli KPU RI Erik Kurniawan berkunjung ke Makassar beberapa waktu lalu.
Baca Juga : Politik Ada di Mana-Mana, Masuk Sampai Kantong Plastik
“Cetak rekornya itu ada di Pilkada 2018, kalau kita melihat Makassar punya cerita tersendiri, melawan kotak kosong terus kemudian 2020 karena kotak kosong yang menang, tidak ada pejabat definitif ya 2020 Pilkada lagi yang kemudian mendapatkan Danny Pomanto sebagai Wali Kota defenitif,” ujar Erik kepada awak media, Jumat (21/6/2024) lalu.
Sehingga memori kotak kosong harus menjadi pelajaran kepada seluruh KPU di Indonesia khususnya Makassar.
Selain itu, seorang politisi senior di Sulsel yang enggan disebutkan namanya mengatakan, peta Pilgub Sulsel mengarah pada zona kotak kosong.
Baca Juga : Refleksi Politik Nasional 2025: Koalisi Besar, Manuver Elite Tak Pernah Usai
“Kalau kita lihat memang mengarah kesana (kotak kosong),” ujarnya kepada Harian.news, Minggu (21/7/2024).
Namun elite politik ini enggan berkomentar lebih jauh soal siapa Calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur Sulsel yang akan melawan kotak kosong.
Merespon hal tersebut, Bakal Calon Gubernur Sulsel Mohammad Ramdhan Pomanto mengatakan, kotak kosong merupakan cara mencapai kekuasaan dengan muda.
Baca Juga : Mutasi Bukan Sekadar Pindah Jabatan: Refleksi Akademik atas Dinamika Pemerintahan yang Sehat di Takalar
“Sah-sah saja namanya politik mencari yang paling mudah, untuk mencapai kekuasaan itu,” ujarnya.
Meski begitu, Danny Pomanto tetap yakin rencana Allah dalam peta politik yang akan terjadi di Sulsel.
Dia juga meyakini bahwa masyarakat Makassar saat ini cukup cerdas sehingga kotak kosong tidak akan terjadi di Makassar
Baca Juga : Sambut Pemilu 2029, Munafri Mulai Siapkan Mesin Politik Golkar
“Kali ini tidak. Tetap saya kira di Makassar InsyaAllah nda,” tandasnya.
Penulis: Makassar
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

