Logo Harian.news

Mulai ‘Bernyayi’ tentang Pilwalkot Makassar, ini Kata Pengamat Politik soal Istri Danny Pomanto

Editor : Rasdianah Senin, 15 April 2024 10:22
Spanduk ucapan Idulfitri Indira Jusuf Ismail. Foto: HN/Sinta
Spanduk ucapan Idulfitri Indira Jusuf Ismail. Foto: HN/Sinta

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Pengamat Politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Andi Ali Armunanto menilai, ‘nyanyian’ istri Danny Pomanto Indira Jusuf Ismail soal Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar 2024 merupakan pertimbangan yang serius untuk melangkah lebih jauh lagi ke depan.

“Dari pernyataannya, Indira secara tegas menggaris bawahi kesediaannya menjadi kandidat dan juga kesiapan infrastruktur politik yang akan dia gunakan sebagai modal untuk maju Pilwalkot,” ujar Andi Ali nama karibnya, Senin (15/4/2024).

Baca Juga : PILAR 2026 Tandai Regenerasi Kepengurusan LeDHaK FH-UH

Andi Ali juga mengatakan, sikap tersebut juga sebagai bentuk kesiapan elit partai politik untuk mendukung Indira dalam pertarungan 27 November mendatang.

Setelah pernyataan yang dilontarkan Indira, nantinya setiap kegiatan akan menjadi panggung istri Danny Pomanto tersebut untuk meyakinkan masyarakat Makassar akan eligibilitasnya sebagai kandidat Pilwalkot.

“Juga menggunakan panggung-panggung tersebut untuk meninggkatkan publisitasnya untuk mendorong elektabilitasnya dalam survey,” ujarnya.

Baca Juga : IKAFE Unhas Soroti Drifting Economy, dari Rupiah hingga Daya Beli

Akademisi Unhas ini juga menilai, tak sulit bagi Indira untuk mendapatkan dukungan Parpol, lantaran tokoh-tokoh nasional diprediksi tak akan bermain di Pilwalkot Makassar seperti saat suaminya Danny Pomanto maju di periode keduanya.

“Saat ini, tidak ada tokoh hegemonic yang terlibat dalam Pilwalkot Makassar seperti JK (Jusuf Kalla) yang bisa menekan agenda politik dalam lingkup lokal, sehingga seseorang bisa kehilangan dukungan atau kesulitan mendapatkan dukungan partai,” katanya.

“Saya menilai arena kontestasi saat ini lebih terbuka, artinya peluang untuk mendapatkan dukungan partai akan sangat ditentukan oleh kualitas personal dan jaringan seseorang,” lanjut Andi Ali.

Baca Juga : 13 Tahun Mengajar di Unhas, Mentan Amran Bantu Mahasiswa Yatim Piatu

Meski begitu, Andi Ali mengatakan butuh kerja ekstra bagi Indira untuk lepas dari bayang-bayang Danny Pomanto agar masyarakat menilai kemampuannya memimpin Makassar.

“Saat ini saya melihat Indira hanya sebagai proxy Danny, jadi butuh usaha lebih untuk Indira agar dikenal sebagai dirinya, bukan sebagai representasi Danny,” tutup Andi Ali.

(NURSINTA)

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda