HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Pengamat Politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Andi Ali Armunanto menilai, ‘nyanyian’ istri Danny Pomanto Indira Jusuf Ismail soal Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar 2024 merupakan pertimbangan yang serius untuk melangkah lebih jauh lagi ke depan.
“Dari pernyataannya, Indira secara tegas menggaris bawahi kesediaannya menjadi kandidat dan juga kesiapan infrastruktur politik yang akan dia gunakan sebagai modal untuk maju Pilwalkot,” ujar Andi Ali nama karibnya, Senin (15/4/2024).
Baca Juga : 13 Tahun Mengajar di Unhas, Mentan Amran Bantu Mahasiswa Yatim Piatu
Andi Ali juga mengatakan, sikap tersebut juga sebagai bentuk kesiapan elit partai politik untuk mendukung Indira dalam pertarungan 27 November mendatang.
Setelah pernyataan yang dilontarkan Indira, nantinya setiap kegiatan akan menjadi panggung istri Danny Pomanto tersebut untuk meyakinkan masyarakat Makassar akan eligibilitasnya sebagai kandidat Pilwalkot.
“Juga menggunakan panggung-panggung tersebut untuk meninggkatkan publisitasnya untuk mendorong elektabilitasnya dalam survey,” ujarnya.
Baca Juga : Dari Kampus ke Industri: UNHAS dan UNM Siap Wujudkan Ekosistem Inovasi ABG Gagasan Kepala BPOM Taruna Ikrar
Akademisi Unhas ini juga menilai, tak sulit bagi Indira untuk mendapatkan dukungan Parpol, lantaran tokoh-tokoh nasional diprediksi tak akan bermain di Pilwalkot Makassar seperti saat suaminya Danny Pomanto maju di periode keduanya.
“Saat ini, tidak ada tokoh hegemonic yang terlibat dalam Pilwalkot Makassar seperti JK (Jusuf Kalla) yang bisa menekan agenda politik dalam lingkup lokal, sehingga seseorang bisa kehilangan dukungan atau kesulitan mendapatkan dukungan partai,” katanya.
“Saya menilai arena kontestasi saat ini lebih terbuka, artinya peluang untuk mendapatkan dukungan partai akan sangat ditentukan oleh kualitas personal dan jaringan seseorang,” lanjut Andi Ali.
Baca Juga : IKA Unhas Peduli: Andi Amran Sulaiman Donasikan Rp1 Miliar dari Dana Pribadi untuk Anak Yatim
Meski begitu, Andi Ali mengatakan butuh kerja ekstra bagi Indira untuk lepas dari bayang-bayang Danny Pomanto agar masyarakat menilai kemampuannya memimpin Makassar.
“Saat ini saya melihat Indira hanya sebagai proxy Danny, jadi butuh usaha lebih untuk Indira agar dikenal sebagai dirinya, bukan sebagai representasi Danny,” tutup Andi Ali.
(NURSINTA)
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

