HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat bersama Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI) bekerja sama dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar Seminar Edukasi Keuangan bertema “Generasi Melek Finansial: Menata Dana Pensiun di Tengah Disrupsi dan Risiko Keuangan” di Auditorium Prof. A. Amiruddin, Fakultas Kedokteran Unhas, Makassar, Rabu (17/6/2026).
Kegiatan yang merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PAI tersebut diikuti sekitar 500 mahasiswa Unhas. Seminar menghadirkan regulator, akademisi, dan praktisi aktuaria untuk meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang, khususnya persiapan dana pensiun sejak usia produktif.
Baca Juga : Rebalancing MSCI Picu Tekanan Jangka Pendek, OJK Tetap Optimistis
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin; Deputi Direktur Senior Departemen Aktuaris OJK, Arie Munandar; Direktorat Keuangan Unhas, Dr. Jumiati Nurung yang mewakili Rektor Unhas; Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unhas, Dr. Sci. Muhammad Zakir; Ketua PAI, Paul Setio Kartono; Wakil Ketua PAI, Teguh Permana; Direktur Eksekutif PAI, Deddy Maryadi Yoeshar; serta para akademisi dan mahasiswa peserta seminar.
Dalam sambutannya, Kepala OJK Sulselbar Moch. Muchlasin menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional. Karena itu, peningkatan literasi keuangan sejak dini menjadi fondasi penting untuk membangun ketahanan finansial masyarakat di masa depan.
Menurutnya, kesadaran merencanakan keuangan sejak usia muda akan membantu masyarakat menghadapi masa tidak produktif dengan kondisi finansial yang lebih baik.
Baca Juga : Pascarebalancing MSCI, OJK Fokus Tingkatkan Daya Saing Pasar Modal
“Persiapan masa depan keuangan idealnya dimulai sejak usia muda. Kesadaran untuk merencanakan keuangan sejak dini akan membantu masyarakat membangun ketahanan finansial yang lebih baik ketika memasuki masa tidak produktif,” ujar Muchlasin.
Ia juga menyoroti pentingnya peran profesi aktuaris dalam pengelolaan dana pensiun, manajemen risiko, serta menjaga keberlanjutan sistem keuangan nasional.
Selain itu, Muchlasin mengingatkan bahwa perkembangan teknologi dan inovasi di sektor jasa keuangan telah menghadirkan berbagai pilihan produk dan layanan yang semakin beragam. Kondisi tersebut perlu diimbangi dengan literasi keuangan yang memadai agar masyarakat mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak serta terhindar dari aktivitas keuangan ilegal.
Baca Juga : OJK Perkuat Ketahanan Siber Industri Keuangan Digital
Dalam seminar tersebut, para narasumber dari OJK dan PAI membahas berbagai materi, mulai dari pengelolaan keuangan pribadi, pentingnya perencanaan dana pensiun sejak usia produktif, pengenalan profesi aktuaris dalam pengelolaan risiko keuangan, hingga peningkatan kewaspadaan terhadap berbagai modus aktivitas keuangan ilegal.
Melalui kegiatan ini, OJK berharap mahasiswa tidak hanya memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat, tetapi juga mampu membangun kebiasaan merencanakan keuangan jangka panjang serta memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan secara legal, aman, dan bertanggung jawab.
Seminar tersebut juga menjadi bagian dari upaya OJK mendukung implementasi Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) melalui penguatan sinergi dengan perguruan tinggi, asosiasi profesi, pemerintah daerah, dan pelaku usaha jasa keuangan.
Baca Juga : OJK Bangun Industri Pindar Berintegritas Pasca Putusan KPPU
OJK Sulselbar menegaskan akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menghadirkan program edukasi keuangan yang inovatif dan inklusif guna meningkatkan literasi serta inklusi keuangan masyarakat. Program tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya masyarakat yang semakin cakap finansial dan memiliki ketahanan ekonomi yang lebih baik di masa depan.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
