Sahabat Lacak & Baznas Gowa Berkomitmen Menangani Masalah Sosial di 2026
HARIAN.NEWS,GOWA — Lacak, temukan, layani dan berdayakan. Motto ini sudah menjadi nafas dari hampir 200 ” Sahabat Lacak” yang bergerak di 167 Desa/ Kelurahan di Kabupaten Gowa.
Baca Juga : Baznas Gowa Alokasikan 1,6 Miliar untuk Program LACAK, Fokus Kemiskinan Ekstrem
Hasilnya, baru bergerak selama empat bulan, sekitar 1000 warga telah terdata dan ratusan warga miskin Ekstrem Gowa kini sudah merasakan manfaat dari Program “Lacak”.
Program inovasi Husniah Talenrang yang merupakan kependekan dari Layanan Cepat Atasi Kemiskinan merupakan bukti sebuah komitmen Bupati Gowa bersama Wakil Bupati Gowa membawa daerahnya makin maju.
Bagaimana proses dan kinerja Sahabat Lacak bergerak Afik di lapangan, bersama Kaharuddin Muji, Ketua Lacak Centre Gowa dan Munawir dari Baznas Gowa menguraikannya kepada harian.news:
Baca Juga : Program PME Gowa Raih Perhatian Nasional
Kaharuddin Muji menuturkan, proses awal program Lacak dimulai sekitar bulan September, usai di launching langsung oleh Bupati Gowa, Husniah Talenrang, Lacak Centre kemudian merekrut aktivis yang berdomisili di setiap desa/kelurahan di Kabupaten Gowa.
” Jadi mesin Lacak terdiri dari koordinator kabupaten, 18 koordinator kecamatan dan 167 orang Sahabat Lacak di semua desa/kelurahan,” urai Kaharuddin Muji.
Ketua Lacak Centre menambahkan, usai rekrutmen ratusan Sahabat Lacak, mereka kemudian diberi pembekalan, tentu pemahaman akan maksud dan tujuan dari program ini,
Baca Juga : Di Balik Gubuk Reot, Kisah Haru Keluarga Haeruddin dan Balita dengan Kelainan Fisik
” Alhamdulillah usai pembekalan mereka bergerak secara serentak dan hasilnya dapat kita pantau secara penuh baik melalui informasi media dan dari pihak Lacak Centre,” tambahnya.
Aktivis yang lama bergelut di bidang pemberdayaan ini menegaskan, protap kerja semua sahabat jelas sangat jelas, mereka mencari warga yang belum pernah tersentuh bantuan dari pihak manapun, standar kehidupan sosialnya memang berada di garis kemiskinan ekstrem dan memang warga asli dimana mereka berdomisili, hasil kerja Sahabat Lacak, usai mendata kemudian melaporkan langsung ke Kantor Lacak Centre untuk kemudian di validasi lebih dalam, terangnya.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
