Logo Harian.news

PDIP: Ganjar Capres adalah Kesepakatan Jokowi-Mega, tapi Seseorang Bisa Berubah

Editor : Rasdianah Kamis, 02 November 2023 22:07
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berfoto bersama dengan Presiden Jokowi, Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Puan Maharani usai diusung sebagai Capres dari PDIP, pada Jumat (21/4/2023).
 Foto: dok Istana Presiden
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berfoto bersama dengan Presiden Jokowi, Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Puan Maharani usai diusung sebagai Capres dari PDIP, pada Jumat (21/4/2023). Foto: dok Istana Presiden
APERSI

HARIAN.NEWS, JAKARTA – Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan proses pencalonan Ganjar Pranowo sebagai capres 2024 melalui proses diskusi antara Ketum Megawati Soekarnoputri dan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

“Pak Ganjar lahir dari proses bersama Pak Jokowi. Pada tanggal 18 Maret kalau tidak salah, ada pertemuan 3 jam, 2 jam dengan Bu Mega, 1 jam kami ikut mendampingi bersama Mas Pramono Anung, di situ sebenarnya sudah disepakati untuk mencalonkan Pak Ganjar Pranowo,” kata Hasto di GBK, Senayan, dikutip dari kumparan, Kamis (2/11/2023).

Baca Juga : Jokowi Hadir di Acara Bloomberg Economy Forum di India

Setelah kesepakatan itu, kata dia, Jokowi sering mengeluarkan sinyal pemimpin berambut putih yang identik dengan Ganjar. Namun, Hasto menuturkan seseorang bisa berubah di tengah jalan.

“Pak Ganjar lahir kan yang mengatakan rambut putih siapa? Kan itu dicatat oleh rakyat. Tetapi seseorang bisa berubah,” ujar Hasto.

“Tapi kalau bagi Bu Mega, bagi kami, karena rakyat Indonesia itu juga kokoh. Kalau enggak, mana ada perjuangan sejak Pangeran Diponegoro, kemudian Sultan Ageng Tirtayasa, Laksamana Malahayati, semua kan berjuang demi kemerdekaan,” lanjut dia.

Baca Juga : Hadir di Rakernas PSI di Makassar, Jokowi Dukung Total

Hasto menuturkan saat ini Megawati dan PDIP tetap konsisten mengusung Ganjar, meski Jokowi berubah sikap di 2024.

“Meskipun menghadapi tantangan-tantangan tapi bangsa Indonesia ini bangsa yang sangat konsisten. Konsistensi itulah yang ditangkap juga oleh Ibu Megawati Soekarnoputri dan kami semua sebagai karakter dari bangsa ini. Bangsa kita enggak pernah berubah-ubah. Ketika ada yang berubah pasti ada tanda tanya,” kata Hasto.

Lebih lanjut, Hasto membantah PDIP sempat akan bergabung dengan koalisi besar yang kini mengusung Prabowo Subianto.

Baca Juga : Pakai Topi Putih dan Batik, Jokowi Disambut di Makassar

“Jadi kita ini bukan koalisi besar atau tidak kita ini menghasilkan pemimpin yang menjawab persoalan bangsa dan negara. Baru di situ ada kesesuaian terhadap visi misi kepemimpinan,” tutur dia.

“Itu yang dilakukan PDIP, betul-betul Bu Mega berkontemplasi sehingga melahirkan Pak Ganjar dan Prof Mahfud MD itu semua demi kepentingan bangsa dan negara,” tutup Hasto.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda