HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Pemerintah (Pemkot) Makassar, melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Makassar klaim jumlah kekerasan turun sepanjang tahun 2024
DPPPA Kota Makassar mencatat sebanyak 510 kasus kekerasan terjadi sepanjang tahun 2024.
Baca Juga : Viral Pengakuan Pelecehan Seksual Komika Eky, Begini Respons DPPPA Makassar
Menurut Kepala DPPPA Kota Makassar, Achi Soleman, jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, di mana terdapat 634 kasus yang ditangani.
Meskipun angka kekerasan menurun, persoalan ini masih menjadi perhatian serius.
“Tahun ini terjadi penurunan karena di tahun 2023 kami menangani sebanyak 634 kasus. Namun, kasus kekerasan yang terjadi tetap menjadi masalah yang harus diperangi,” ujar Achi pada Senin (6/1/2025).
Baca Juga : Rumah, Tempat Paling Rawan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Makassar
Dari total 510 kasus, kekerasan terhadap anak mendominasi dengan 381 kasus, sementara kekerasan pada orang dewasa tercatat sebanyak 129 kasus.
“Kekerasan juga lebih banyak dialami oleh perempuan dengan 341 kasus, sedangkan korban laki-laki berjumlah 169 kasus,” terangnya
Achi menilai penurunan ini tak lepas dari peran media massa yang terus menyuarakan kampanye anti kekerasan terhadap anak dan perempuan. Selain itu, Pemerintah Kota Makassar juga gencar menggalakkan program ‘Jagai Anakta’.
Baca Juga : DPPPA Makassar Kembangkan Kapasitas-Bentuk Forum Anak Tingkat Kota
Program ini berfokus pada perlindungan serta pemenuhan hak-hak anak.
“Untuk memperkuat layanan di tahun 2025, DPPPA akan menambah 90 shelter warga yang tersebar di sejumlah kelurahan,”
Langkah ini diharapkan mampu memberikan akses perlindungan yang lebih luas dan mendukung upaya pemerintah dalam menekan angka kekerasan, khususnya terhadap anak dan perempuan.
Baca Juga : Tekan Angka Perkawinan Anak, DPPPA Makassar Hadirkan Program Labaso Kawin
Penulis: Nursinta
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

