Logo Harian.news

Perbankan Sulsel Tumbuh Positif, Aset Tembus Rp215,79 Triliun

Editor : Redaksi II Senin, 29 Juni 2026 10:27
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi di Sulsel. (Dok. Gita/HN dibuat di APK Gemini)
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi di Sulsel. (Dok. Gita/HN dibuat di APK Gemini)

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat menilai kinerja sektor jasa keuangan di Sulawesi Selatan hingga April 2026 tetap menunjukkan kondisi yang stabil di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global dan domestik.

Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin, mengatakan stabilitas tersebut tercermin dari kinerja sektor perbankan, pasar modal, dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) yang tetap terjaga meski dihadapkan pada tantangan berupa perkembangan geopolitik, kenaikan inflasi global, serta volatilitas pasar keuangan.

Baca Juga : OJK Sulselbar Dorong Literasi Keuangan Mahasiswa Lewat Seminar Dana Pensiun

“Fungsi intermediasi perbankan tetap berjalan dengan baik. Penghimpunan dana masyarakat dan penyaluran kredit terus tumbuh positif, partisipasi masyarakat di pasar modal meningkat, serta berbagai sektor IKNB terus berkembang dalam mendukung perluasan akses keuangan bagi masyarakat dan pelaku usaha,” ujarnya, Senin (29/06/2026).

Di sektor perbankan, total aset perbankan di Sulawesi Selatan pada April 2026 tercatat mencapai Rp215,79 triliun, atau tumbuh 5,29 persen secara tahunan (year on year/yoy). Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 7,23 persenmenjadi Rp149,46 triliun.

Penghimpunan dana masyarakat masih didominasi oleh tabungan dengan porsi 60,72 persen, diikuti deposito sebesar 22,79 persen, dan giro 16,50 persen.

Baca Juga : Idul Adha di Tengah Kondisi Global yang Penuh Ketidakpastian

“Pertumbuhan DPK tersebut mencerminkan masih tingginya kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan,” tutur Muchlasin.

Dari sisi penyaluran dana, kredit perbankan tumbuh 5,46 persen menjadi Rp174,60 triliun. Berdasarkan penggunaannya, kredit produktif menyumbang 52,36 persen dari total kredit dan tumbuh 2,64 persen, sedangkan kredit konsumtif memiliki pangsa 47,64 persen dengan pertumbuhan lebih tinggi, yakni 8,74 persen.

Untuk sektor ekonomi, kredit produktif terbesar masih mengalir ke sektor perdagangan besar dan eceran dengan pangsa 21,86 persen dari total penyaluran kredit.

Baca Juga : Rebalancing MSCI Picu Tekanan Jangka Pendek, OJK Tetap Optimistis

Kinerja intermediasi perbankan juga tetap terjaga dengan rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 116,82 persen, sedangkan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) berada pada level 3,74 persen.

Menurut OJK, kondisi tersebut menunjukkan perbankan di Sulawesi Selatan masih mampu menjalankan fungsi intermediasi secara optimal untuk mendukung aktivitas ekonomi dengan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dan pengelolaan risiko yang baik.

Sementara itu, perbankan syariah mencatatkan pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan perbankan konvensional.

Baca Juga : Pascarebalancing MSCI, OJK Fokus Tingkatkan Daya Saing Pasar Modal

Hingga April 2026, total aset perbankan syariah tumbuh 35,92 persen menjadi Rp23,45 triliun. Dana Pihak Ketiga meningkat 25,87 persen menjadi Rp15,33 triliun, sedangkan penyaluran pembiayaan naik 25,74 persen menjadi Rp18,88 triliun.

Rasio intermediasi perbankan syariah atau Financing to Deposit Ratio (FDR) tercatat sebesar 123,11 persen, dengan rasio pembiayaan bermasalah (Non Performing Financing/NPF) yang tetap rendah di level 1,80 persen.

Seiring pertumbuhan tersebut, pangsa pasar aset perbankan syariah di Sulawesi Selatan meningkat menjadi 10,87 persen.

OJK menilai capaian ini menunjukkan semakin tingginya penerimaan masyarakat terhadap layanan keuangan syariah sekaligus meningkatnya kontribusi industri perbankan syariah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

Tag : ekonomiOJK
KomentarAnda