HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Makassar, Syamsu Rizal MI, mengungkapkan kebutuhan darah di Kota Makassar mencapai sedikitnya 200 kantong per hari.
Angka tersebut menjadi kebutuhan minimal untuk memenuhi permintaan rumah sakit, pasien darurat, operasi, hingga penderita penyakit kronis seperti talasemia dan kanker.
Hal itu disampaikan Syamsu Rizal dalam acara buka puasa bersama PMI Makassar di Jalan Kandea, Rabu (4/3/2026).
Baca Juga : Paramita Foundation Gelar Donor Darah dan Bakti Sosial Sambut Waisak 2570 BE
“Setiap hari kebutuhan darah minimal 200 kantong. Itu harus tersedia untuk memastikan pelayanan kesehatan di Makassar tidak terganggu,” ujarnya didampingi Sekretaris PMI Makassar, Khudri Arsyad dan pengurus lainnya.
Koordinator Regional Indonesia Timur
Saat ini PMI Makassar dipercaya sebagai koordinator Regional V yang membawahi wilayah Sulawesi, Papua, dan Maluku (Ambon).
Status tersebut menjadikan Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Makassar sebagai salah satu yang terbaik di kawasan Indonesia Timur (Intim), baik dari sisi manajemen maupun standar pengawasan mutu darah.
Baca Juga : PMI Kota Makassar Perkuat Organisasi dan Aksi Kemanusiaan di Kepulauan Sangkarrang
Menurut Syamsu Rizal, setiap darah yang disalurkan telah melalui proses skrining ketat untuk memastikan bebas dari penyakit menular seperti HIV, hepatitis B dan C, serta sifilis.
Proses tersebut mengacu pada standar Kementerian Kesehatan dan pengawasan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
“Kualitas kontrol darah tidak boleh ada virus lain. Semua harus lolos standar BPOM dan Kementerian Kesehatan sebelum disalurkan ke pasien,” tegasnya.
Pernah Dukung Kebutuhan Luar Negeri
Baca Juga : PMI Makassar Meriahkan HUT ke-8 Nipah Park dengan Aksi Donor Darah
Dalam kesempatan itu, Syamsu Rizal juga menyebutkan bahwa PMI Makassar tidak hanya menyuplai kebutuhan darah di Sulawesi Selatan dan kawasan timur Indonesia, tetapi dalam kondisi tertentu pernah membantu suplai darah ke luar negeri.
“Kadang Surabaya, Singapura, Gaza hingga Lebanon pernah disubsidi darah dari PMI Makassar. Mudah-mudahan darahnya sampai dan menolong serta menghidupkan semua,” ucapnya.
Ia menegaskan, PMI merupakan organisasi kemanusiaan non-pemerintah, namun memiliki mandat untuk membantu pemerintah dalam bidang sosial dan kemanusiaan, khususnya layanan donor dan transfusi darah.
Target Layanan 2026
Baca Juga : Wali Kota Makassar Buka Gerai Donor Darah Ramadan di Al Markaz, PMI Target 5.000 Kantong Darah
Memasuki tahun 2026, PMI Makassar menargetkan peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan. Tidak hanya layanan donor darah, tetapi juga berbagai kegiatan sosial kemanusiaan lainnya.
Data internal PMI Makassar mencatat, lebih dari 100 ribu penerima manfaat telah dilayani melalui berbagai program kemanusiaan di luar donor darah. Sementara untuk layanan transfusi darah sendiri, sekitar 60 ribu orang mendapatkan pelayanan sepanjang tahun berjalan.
PMI juga terus mendorong peningkatan jumlah pendonor sukarela sebagai solusi menjaga stabilitas stok darah. Sebab, idealnya suatu daerah memiliki jumlah pendonor aktif minimal 2 persen dari total populasi untuk menjaga kecukupan kebutuhan darah.
Apresiasi Relawan dan Komitmen Transparansi
Syamsu Rizal menyampaikan apresiasi tinggi kepada para relawan dan pendonor yang selama ini menjadi tulang punggung pelayanan PMI.
“Kami sangat mengapresiasi relawan. PMI sudah terstandarisasi, dan ke depan kami ingin lebih transparan,” katanya.
Sebagai bentuk komitmen akuntabilitas, PMI Makassar berencana membuka akses transparansi melalui website resmi. Publik nantinya dapat memantau penggunaan dan peruntukan anggaran secara berkala, termasuk distribusi darah dan laporan kegiatan harian.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus memperkuat partisipasi publik dalam kegiatan donor darah.
“PMI ini memang bukan lembaga pemerintah, tapi tugasnya membantu pemerintah. Maka kami harus profesional, terbuka, dan maksimal dalam melayani,” tutup Syamsu Rizal.
Dengan kebutuhan minimal 200 kantong darah per hari dan cakupan layanan lintas regional, PMI Makassar kini menatap 2026 dengan target pelayanan yang lebih optimal serta sistem yang semakin transparan dan modern.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
