Tokoh Pemuda Jeneponto Minta Evaluasi Kinerja Kapolsek Tamalatea
HARIAN.NEWS, JENEPONTO – Kepolisian adalah pilar utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di seluruh wilayah Indonesia. Polisi memiliki tugas penting untuk menjaga dan menindaklanjuti laporan dari masyarakat terkait masalah keamanan di berbagai wilayah.
Baca Juga : Kasus Pencurian Traktor di Patimpeng Mandek, Warga Curiga Ada “Main Mata” Aparat
Di Kabupaten Jeneponto, khususnya di Kecamatan Tamalatea, muncul keprihatinan terkait maraknya kasus pencurian dan pembobolan. Kasus-kasus ini meliputi pencurian telur, pelek mobil, kunci-kunci, perlengkapan rumah, pakaian, uang tunai, tabung gas, serta fasilitas sekolah dasar.
Namun, hingga saat ini, Polsek Tamalatea belum berhasil mengungkap pelaku-pelaku dari kasus-kasus tersebut.
Edi Subarga, seorang tokoh pemuda di daerah tersebut, mengungkapkan keprihatinannya terhadap situasi ini. Dia merasa bahwa penanganan dari Polsek Tamalatea terhadap kasus-kasus tersebut terkesan lamban. Bahkan, barang bukti berupa obeng yang diduga digunakan dalam pembobolan kantin di SMAN 2 Jeneponto enggan untuk dilakukan sidik jari.
Baca Juga : Area DPRD Gowa Mulai tidak Aman. Kantin Putih Milik Janda Tua dibobol Maling
Masyarakat di Jeneponto, termasuk Edi Daeng Sore (sapaan akrabnya), mengajukan permintaan kepada Propam Jeneponto untuk melakukan evaluasi terhadap Kapolsek Tamalatea dan Kanit Reskrim Polsek Tamalatea. Mereka juga meminta agar Polres Jeneponto mencopot Kapolsek Tamalatea dari jabatannya.

Edi Subarga alias Edi Dg Sore, minta Kinerja Kapolsek Tamalatea di evaluasi oleh Kapolres Jeneponto terkait maraknya kasus pencurian yang belum satupun terungkap. Foto:ist
Kapolsek Tamalatea, AKP. M. Natsir, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp terkait kasus pencurian yang marak, enggan memberikan komentar dan mengarahkan pertanyaan ke Kanit Reskrim Tamalatea.
Baca Juga : Kotak Amal Masjid Al Ukhuwah Digasak Maling, Warga kembali Keluhkan Keamanan Perumahan Bukit Baruga Antang
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Tamalatea, AIPTU Syarifuddin, mengungkapkan bahwa beberapa pemeriksaan telah dilakukan, namun belum ada petunjuk yang jelas mengarah kepada pelaku. Dia juga menyatakan niatnya untuk membawa barang bukti berupa obeng keesokan harinya untuk dilakukan sidik jari.
Situasi ini memicu keprihatinan masyarakat Jeneponto, dan mereka menuntut penanganan serius dari pihak kepolisian terhadap kasus-kasus pencurian yang marak terjadi di wilayah mereka. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

