“Ini adalah revolusi pertanian yang nyata. Sederhana, cepat, dan tepat sasaran,” jelasnya.
Pompanisasi dan Serapan Gabah Naik Drastis
Baca Juga : Narasi yang Timpang sebagai Provokasi Halus
Salah satu program unggulan yang membawa dampak besar adalah pompanisasi. Amran menyebut, program ini mampu meningkatkan produksi padi di Pulau Jawa hingga 2,8 juta ton, bahkan saat Indonesia menghadapi krisis iklim El Nino.
Tak hanya itu, serapan gabah oleh Perum Bulog pun mencetak rekor baru. Dari sebelumnya hanya 35 ribu ton, kini melonjak menjadi 800 ribu ton—naik lebih dari 2.000 persen.
“Semangat teman-teman di Bulog luar biasa. Banyak direksi yang rela menginap di kantor demi memastikan ketersediaan stok nasional,” ujarnya.
Baca Juga : Prabowo Komitmen Hentikan Kebocoran Kekayaan Negara, Rakyat Harus Sejahtera
Karena peningkatan volume yang signifikan, Bulog bahkan harus menyewa tambahan gudang berkapasitas 750 ribu ton. Saat ini, stok beras nasional di gudang Bulog telah mencapai 2,4 juta ton dan diprediksi menembus 3 juta ton di akhir bulan—angka tertinggi dalam dua dekade terakhir.
Menuju Lumbung Pangan Dunia
Mentan Amran menambahkan bahwa pemerintah juga tengah menggarap proyek besar normalisasi dan pembangunan irigasi seluas 2 juta hektare bersama Kementerian PUPR. Proyek ini dinilai strategis dalam mendukung ketahanan pangan jangka panjang.
Baca Juga : Kolaborasi Pusat-Daerah, Jeneponto Jadi Hub Strategis Ketahanan Pangan Nasional
“Kalau irigasi ini selesai, insyaallah ketahanan pangan kita akan kokoh. Indonesia bahkan bisa jadi lumbung pangan dunia,” tegasnya. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
