GOWA, HARIAN.NEWS – Suhu agak ekstrem yang melanda Sulsel khususnya kabupaten Gowa beberapa pekan ini membuat semua pihak khususnya Pemerintah Kabupaten Gowa memilih langkah antisipatif. Di Dataran Tinggi termasuk wilayah Kecamatan Tinggi Moncong pergeseran tanah banyak terjadi, akibatnya ancaman longsoran bisa terjadi kapan saja.
Muhammad Ramli Kiyo, SE Lurah Bontolerung Kecamatan Tinggi Moncong menyampaikan sebanyak 125 KK kini sementara mengungsi.
“Potensi longsoran susulan masih besar sehingga kami lakukan evaluasi sampai kondisi kembali normal, kami arahkan warga untuk menetap dulu di rumah kerabat dekatnya sambil kami tetap suplai kebutuhan utama mereka,” urai Lurah Bontolerung kepada harian.news, Minggu siang tadi (8/1).
Baca Juga : Pemuda Gowa Dirikan Rumah Baca dan Gerakkan Aksi Iklim, Kini Masuk Nominator Kalpataru 2026

Selain itu, jalur pendakian menuju Kawasan Gunung Bawakaraeng langsung ditutup. “Jalur area Pendakian Menuju Ramma dan Danau Slank di area Gunung Bawakaraeng kami tutup sementara, apabila ada pihak yang mencoba melanggar kami langsung evakuasi,” tambahnya.
Proses penanganan dampak Longsor di Bontolerung oleh Camat Tinggi Moncong Iis Nur izmi berjalan normal.
Baca Juga : Forum Solidaritas Kontraktor dan Aplikator Sulsel Gelar Perkemahan “Menembus Batas” di Gowa
“Petugas medis dan tim kemanusiaan yang bertugas di pos penanganan bencana setiap saat stand by, masalah kesehatan warga merupakan bagian utama dalam pelayanan kondisi mereka,” tambah Iis Nur Izmi via ponselnya.
Khusus untuk jalur pendakian menuju area Bawakaraeng diketahui minat para pencinta alam menikmati alam Bawakaraeng terbilang besar.
“Setiap hari jumlah pendaki di kisaran 30 – 40 orang, mengingat kondisi tanah masih sering bergeser, jalur ini kami tutup total, kondisinya memang masih sangat rawan,” kunci keduanya.
Baca Juga : Melalui CSR, Pegadaian Salurkan Bantuan Renovasi Masjid di Bissoloro Gowa
Bencana longsor yang menimpa Kelurahan Bontolerung, Kecamatan Tinggi Moncong terjadi pada hari Jumat 24 Desember 2022, selain 4 orang yang meninggal dunia, rumah yang tertelan oleh longsor sebanyak 4 rumah, 9 rumah rusak berat dan puluhan rumah dan Fasilitas Pemerintah bangunannya mengalami keretakan, sementara ratusan warga memilih untuk mengungsi setelah jalur menuju area longsoran mulai normal.
(Yusrizal)
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
