HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, meminta pihak yang mengaku sebagai ahli waris pemilik lahan SD Inpres Pajjaiang untuk segera melakukan sertifikasi tanahnya agar pemerintah kota dapat membayar ganti rugi dan menyelesaikan sengketa yang tak berkesudahan tersebut.
Penutupan SD Inpres Pajjaiang yang berulang kali terjadi akibat tuntutan ganti rugi itu menjadi sorotan publik dan menimbulkan keresahan di kalangan orang tua dan siswa, termasuk Wali Kota Makassar.
Baca Juga : Dari Lorong ke Ketahanan Pangan, Urban Farming Terus Diperluas di Makassar
Danny, sapaan akrabnya, menekankan bahwa tanpa sertifikat, pemerintah kota tidak dapat melakukan pembelian lahan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.
“Saya pernah ketemu ahli warisnya, Kita tidak bisa membeli kalau dia tidak bersertifikat,” kata Danny Pomanto.
Permasalahan ini semakin kompleks karena tanah tersebut telah digunakan untuk bangunan sekolah selama lebih dari dua dekade tanpa kepastian hukum yang jelas.
Baca Juga : Proyek PSEL di TPA Manggala Digenjot, Gelontorkan 3 Miliar untuk 8 Hektare Lahan
“Kalau misalnya menyangkut status quo, kita bisa berdebat, karena itu sudah lebih dari 23 tahun sehingga untuk menguasai itu bisa, tapi kan kita hargai pengadilan,” tuturnya.
Danny menegaskan bahwa keputusan pengadilan belum cukup untuk dijadikan dasar pembayaran ganti rugi lahan jika hanya didasarkan pada rincik, bukan sertifikat.
“Kita tidak boleh membeli karena hasil keputusan pengadilan itu bukan aset. Aset itu kalau dia dalam bentuk sertifikat, begitu,” tegasnya.
Baca Juga : Appi Targetkan 180 Hari, Makassar Beralih ke Sanitary Landfill
Masalah sejarah tanah yang diwakafkan namun tidak memiliki dokumen legal yang resmi juga menjadi kendala utama. Sehingga dia menekankan perlunya penyelesaian hukum yang jelas untuk mengakhiri sengketa berkepanjangan tersebut.
“Itulah, sejarah-sejarah tanah inilah yang paling terlantar di kota ini, karena sudah terlalu lama dan tidak diurus, tapi kan tidak tertulis, tidak dalam bentuk undang-undang,” jelasnya
Untuk solusi jangka pendek, Danny Pomanto mengusulkan alternatif lokasi sementara bagi para siswa SD Inpres Pajjaiang.
Baca Juga : Pemkot Makassar Gelar Salat Id di Karebosi, Imam Syekh Al-Areqi, Khatib Rektor UIN
“Kita harus cari solusi ruangnya. Siapa tau kita bisa pinjam GOR Sudiang karena dekat-dekat situ. Nanti kita coba konsultasikan sama pihak provinsi siapa tau mau membantu karena kita kan kurang aset bangunan,” pungkasnya.
PENULIS: NURSINTA
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

