Logo Harian.news

Soal Anggaran Starlink Pemkot Makassar Rp 12 Miliar, Pengamat: Hati-hati Uang Pemerintah

Editor : Redaksi II Rabu, 26 Juni 2024 23:21
Jaringan Starlink. (Foto: Google)
Jaringan Starlink. (Foto: Google)
APERSI

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto belum lama ini membeberkan akan menganggarkan Rp 12 miliar untuk pergantian layanan internet pemukiman ke starlink.

Merespon hal tersebut, Pengamat Pemerintahan dan Tata Kelola Keuangan Bastian Lubis mengatakan, agar Danny Pomanto hati-hati menggunakan uang pemerintah.

Baca Juga : Dari Lorong ke Ketahanan Pangan, Urban Farming Terus Diperluas di Makassar

Kata Bastian, anggaran tersebut sebaiknya dialokasikan untuk hal-hal yang lebih mendesak seperti penanganan pengemis dan gelandangan, kebersihan dreanase, dan penertiban pasar-pasar.

“Itu lebih bermanfaat daripada mengejar sesuatu yang dampaknya belum jelas. Belajar dari pengalaman, jangan coba-coba (hati-hati) uang pemerintah ,” ujar Bastian, Rabu (26/6/2024).

Katanya, anggaran senilai Rp12 miliar tersebut harus dipertimbangkan dengan cermat terkait efektifitas dan efisiensinya.

Baca Juga : Proyek PSEL di TPA Manggala Digenjot, Gelontorkan 3 Miliar untuk 8 Hektare Lahan

“Teknologi memang banyak, namun kita harus menghitung seberapa efektif dan efisien Starlink dibandingkan dengan yang ada sekarang. Jika anggaran sebesar Rp12 miliar bisa menekan biaya secara signifikan, tidak masalah. Tapi, jika hanya untuk meningkatkan kecepatan internet, itu percuma,” jelasnya.

Kata Bastian, dibandingkan mengeluarkan Rp12 miliar untuk Starlink, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar sebaiknya memaksimalkan penyelesaian masalah kota yang belum tertangani dengan baik.

“Lebih baik memaksimalkan yang sudah ada daripada melompat ke teknologi yang belum teruji. Starlink saat ini standarnya belum ada referensinya,” katanya.

Baca Juga : Appi Targetkan 180 Hari, Makassar Beralih ke Sanitary Landfill

Pemkot Makassar harusnya belajar dari pengalaman, pada masa pandemi ada kebijakan penggunaan Genos yang saat ini tidak lagi difungsikan.

“Kita harus melihat dulu efektivitasnya di tempat lain sebelum menggelontorkan dana besar. Jangan gunakan uang pemerintah untuk uji coba tanpa kajian akademis yang komprehensif,” tandas Bastian.

Penulis: Nursinta

Baca Juga : Pemkot Makassar Gelar Salat Id di Karebosi, Imam Syekh Al-Areqi, Khatib Rektor UIN

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda