HARIAN.NEWS,MAKASSAR – Sabtu malam Ngopi Bareng di Warkop DK10, suasana tetap hangat. Bukan cuma karena kopi, tapi juga obrolan yang selalu bikin kepala ikut “panas dingin”.
Om Haria, Mas Bro, dan Deng Kio kembali duduk di meja favorit. Seperti biasa, obrolan ringan berubah jadi bahan renungan.
Baca Juga : Laki-Laki Hebat? Jangan Lupa yang di Balik Layar!
“Di dunia ini memang serba dua,” buka Om Haria sambil menyeruput kopi.
“Ada baik, ada buruk. Ada terang, ada gelap.”
Deng Kio langsung menimpali,
“Iya, Om. Tapi orang sekarang sering bilang: ‘dia agak baik’, ‘dia sedikit nakal’.”
Mas Bro tersenyum tipis.
“Itu cuma bahasa halus saja. Biar tidak terlalu menyakitkan.”
Baca Juga : Haji Jalur Cepat vs Jalur Sabar, Pilih Mana?
“Loh, memangnya salah?” tanya Deng Kio.
Mas Bro meletakkan cangkirnya pelan.
“Masalahnya, baik dan buruk itu bukan setengah-setengah. Itu satu paket.”
Om Haria mengernyit.
“Maksudnya?”
Baca Juga : WFH Boleh Santai, Layanan Jangan Ikut Rebahan!
“Orang disebut baik karena meninggalkan yang buruk. Sebaliknya, disebut buruk karena meninggalkan kebaikan,” jelas Mas Bro.
Deng Kio langsung nyeletuk,
“Jadi nggak bisa ya… yang baik jalan, yang buruk ikut jalan?”
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

