Logo Harian.news

Somba Opu Jadi Ajang Deklarasi Damai Tolak Aksi Anarkis

Editor : Andi Awal Tjoheng Selasa, 02 September 2025 23:30
Bupati Gowa Husniah Talenrang saat menyampaikan ajakan menjaga keamanan ||handover
Bupati Gowa Husniah Talenrang saat menyampaikan ajakan menjaga keamanan ||handover

HARIAN.NEWS, GOWA — Hampir semua mata di Kabupaten Gowa sejak sore tadi tertuju ke area Lapangan Hasanuddin, Somba Opu.

Di lokasi ini, dijadikan ajang komitmen semua elemen Gowa untuk bersatu menjaga harmoni.
Hal ini dilaksanakan terkait kondisi kemasyarakatan berbangsa dalam kurun waktu beberapa hari ini.

Dikemas dalam suasana sederhana, dimana semua pihak yang hadir ternasuk jajaran Forkopimda Gowa memilih duduk bersama.
Hamparan karpet merah menjadi alasnya.
Ribuan warga dari hampir semua elemen pun tampak hadir.

Baca Juga : Bupati Gowa Luncurkan Aplikasi SIAP PAKDE untuk Mendorong Desa Mandiri

Deklarasi di mulai dengan pembacaan do’a yang dibawakan langsung H. Jamaris Kepala Departemen Agama Kabupaten Gowa. Usai itu hampir semua elemen Gowa menyatakan pernyataan sikap untuk kokoh bersama menjaga Gowa tetap damai.

Di mulai dari Tokoh Adat Kabupaten Gowa Andi Bau Malik yang memberikan petuah petuah budaya, dilanjutkan KH. Abu Bakar Paka Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gowa.
Tokoh kharismatik Gowa ini dengan sejuk mengurai pesan Baginda Rasululloh dan pesan para leluhur Gowa akan hakekat perdamaian. Disusul perwakilan FKUB yang diwakilkan ke Pendeta Sudarso.

Dari tokoh masyarakat di wakili oleh Baharuddin Mangka, sedangkan Rismawaty Kadir Nyampa mewakili semua partai politik di Gowa.
Rismawaty Kadir Nyampa mampu menjadi salah satu perempuan orator saat membawakan pernyataan sikapnya.

Baca Juga : Baznas Gowa Alokasikan 1,6 Miliar untuk Program LACAK, Fokus Kemiskinan Ekstrem

Sedangkan Indra Eka Susanto sebagai perwakilan Pemuda walaupun tampil dengan suara agak serak, namun penampilannya mencerminkan sebagai salah satu Tokoh Pemuda bertalenta. Ketua Mahasiswa Pancasila Gowa ini terbukti mampu menbakar semangat ribuan peserta dengan orasinya. Dilanjutkan perwakilan media Muh. Isra, perwakilan ormas Askari Samad dan Perwakilan Ojek Online (Ojol) Iwan Tinri.

Bupati Gowa, Husniah Talenrang, menyampaikan ini digelar sebagai bentuk komitmen menjaga kekompakan dan kondusivitas daerah.

Tujuannya, membangun kebersamaan seluruh masyarakat untuk menjaga Gowa.

Baca Juga : Gowa Menjadi Kediaman Empat Naga Politik Sulsel

“Kita prihatin dengan yang terjadi di daerah lain, termasuk Makassar, tapi saya mengajak masyarakat agar tidak menyelesaikannya dengan cara anarkis,” tegas Husniah.

Menurut Husniah, berbagai program pengentasan kemiskinan telah dijalankan untuk menekan kesenjangan sosial kerap jadi pemicu aksi protes.

Ia meminta masyarakat bersama-sama menjaga keamanan, tanpa hanya bergantung aparat TNI-Polri.

Baca Juga : BRI Sungguminasa Serahkan Ambulance Program BRI Peduli TJSL kepada Pemerintah Kabupaten Gowa

“Yang bisa menjaga Gowa adalah masyarakatnya sendiri. Mari kita jaga kampung ini agar tidak terjadi penjarahan, perusakan, bahkan pembakaran seperti di daerah lain. Gowa ini kota bersejarah, warisan leluhur harus kita lestarikan,” ujarnya.

Ditanyai soal tunjangan DPR yang fantastis dan meresahkan masyarakat, Husniah menjawab hal tersebut kebijakan pusat.

“Persoalan DPR, persoalan gaji, tunjangan, DPR-RI, kami pemerintah daerah pastinya ini suatu isu nasional sangat meresahkan. Persoalan gaji akhirnya merambah kepada persoalan sosial, Kami tidak sangat harapkan itu terjadi,” jawabnya

“Duduk bersama telah kami lakukan, Yang jelas kami ikut perintah dari pusat, ikut perintah Presiden. Jaga kondusivitas wilayah masing-masing dan pemerintah pusat pasti akan mempertimbangkan kembali terhadap rancangan undang-undang kenaikan gaji bagi anggota DPR-RI,” sambungnya

Sementara itu, Dandim 1409 Gowa, Letkol Inf Heri Kuswanto menegaskan, kondisi keamanan di wilayah Gowa masih aman dan terkendali.

Ia mengaku tidak ada pemberlakuan jam malam, namun patroli rutin TNI-Polri terus gencar siang dan malam.

“Untuk personel dari Kodim ada sekitar 80 orang tersebar di koramil, sementara dari kepolisian ada sekitar 900 personel,” ucapnya

Pasukan cadangan juga sudah disiapkan apabila eskalasi meningkat.

“Tapi insya Allah Gowa tetap aman,” katanya.

Senada diutarakan Kapolres Gowa, AKBP Muhammad Aldy Sulaiman.

Menurutnya, keamanan di Gowa merupakan hasil sinergi seluruh elemen, mulai dari aparat hingga organisasi masyarakat.

“Alhamdulillah situasi di Gowa kondusif berkat sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, hingga komunitas. Kami juga terus patroli sinergitas Kamtibmas bersama Satpol PP dan ormas,” tutur Aldy.

Ia menegaskan, pendekatan humanis menjadi strategi utama dalam meredam potensi aksi anarkis.

Terbukti sejauh ini unjuk rasa di Gowa berjalan damai dan kondusif.

Tentunya kata dia, itu berkat edukasi kepada masyarakat melalui Babinsa, Bhabinkamtibmas, camat hingga lurah.

“Penyampaian aspirasi jangan sampai anarkis atau mudah terprovokasi berita yang belum jelas kebenarannya. Kami ingin masyarakat tetap damai dan kondusif,” tambahnya.

Deklarasi damai ini dihadiri, Ketua DPRD Gowa, Ramli Rewa, para wakil ketua DPRD Gowa, SKPD, Camat, lurah serta masyarakat. ***

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Penulis : YUSRIZAL KAMARUDDIN

Follow Social Media Kami

KomentarAnda