HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Pemprov Sulawesi Selatan mempercepat transformasi digital dalam pendidikan melalui Program Collaborative Digital Class.
Program ini membekali siswa dan tenaga pendidik dengan keterampilan digital untuk menghadapi era kecerdasan buatan dan robotik.
Baca Juga : Mendikdasmen Mu’ti Resmikan Klinik Utama PKU Muhammadiyah Sulsel, Perkuat Layanan Kesehatan Bagi Lansia
Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi, menilai pendidikan harus bergerak seiring perkembangan teknologi agar siswa lebih siap menghadapi tantangan global.
“Kita tidak bisa menghindari perkembangan kecerdasan buatan dan robotik. Jika tidak menyesuaikan diri, kita akan tertinggal. Pendidikan harus menggunakan teknologi sebagai alat pembelajaran agar siswa semakin kreatif dan inovatif,” ujar Fatmawati saat meluncurkan program ini, Kamis (20/3/2025).
Dinas Pendidikan Sulsel menginisiasi program ini melalui UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (PTIKP) dengan menggandeng berbagai mitra, seperti Gojek, Penerbit Erlangga, dan PT Rachita Group.
Baca Juga : Syawalan Muhammadiyah Sulsel Dimajukan 28 Maret, Mendikdasmen Abdul Mu’ti Dipastikan Hadir
Fatmawati optimistis Collaborative Digital Class akan melahirkan lebih banyak talenta digital dari Sulawesi Selatan.
“Kita ingin Sulsel semakin maju dalam dunia pendidikan digital, sejalan dengan visi Sulsel Maju dan Berkarakter serta mendukung target Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.
Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Iqbal Nadjamuddin, menyebut program ini membangun ekosistem pembelajaran digital berbasis pentahelix dengan melibatkan berbagai pihak.
Baca Juga : MDA Hadiri Undangan Satgas Percepatan Investasi, Bahas Dinamika Lingkar Tambang
“Kami ingin setiap sekolah di Sulsel memiliki siswa yang unggul dalam keterampilan digital, khususnya pemrograman. Konsepnya ‘Satu Sekolah Satu Programmer Andalan’, sehingga setiap sekolah punya talenta digital yang siap bersaing,” jelas Iqbal.
Program ini menghadirkan berbagai pelatihan yang menyasar siswa dan tenaga pendidik.
“Siswa akan mendapatkan pelatihan literasi digital, keamanan siber dasar, dan robotik. Sementara guru akan belajar pemanfaatan kecerdasan buatan, visualisasi data, serta produksi video. Seluruh pelatihan berjalan sepanjang 2025 dengan pertemuan rutin setiap dua minggu agar hasilnya maksimal,” tutup Iqbal.
PENULIS: NURSINTA
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

