Logo Harian.news

Syawalan PWM Sulsel Bakal Dihadiri Mendikdasmen, Unismuh Ditunjuk Tuan Rumah

Editor : Redaksi II Senin, 23 Maret 2026 17:38
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti. (Foto: dok Humas Unismuh Makassar)
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti. (Foto: dok Humas Unismuh Makassar)

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan akan menggelar Syawalan 1447 Hijriah pada Ahad, 29 Maret 2026, di Halaman Pusat Dakwah Muhammadiyah Sulsel.

Kegiatan ini dijadwalkan dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, yang juga menjabat Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Kehadiran Abdul Mu’ti menjadi sorotan dalam Syawalan tahun ini. Selain sebagai tokoh penting di Muhammadiyah, posisinya di pemerintahan mencerminkan keterkaitan antara dunia pendidikan dan gerakan keagamaan dalam membangun masyarakat yang berilmu, berkarakter, dan berkemajuan.

Baca Juga : Unismuh Makassar Gandeng Kementerian HAM, Perkuat Kesadaran Literasi Mahasiswa

Hal tersebut disampaikan Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PWM Sulsel, Hadisaputra, saat dikonfirmasi, Senin (23/3/2026).

Ia menilai, kehadiran Abdul Mu’ti juga memiliki makna simbolik bagi warga Muhammadiyah karena merepresentasikan pertemuan antara tradisi intelektual dan tanggung jawab kebangsaan.

“Ini menjadi pengingat bahwa pengabdian kepada umat, penguatan amal usaha, serta upaya memajukan pendidikan adalah bagian dari satu panggilan yang sama,” ujarnya.

Baca Juga : Rektor Unismuh Makassar Soroti Ketimpangan KIP, Dinilai Diskriminatif terhadap Mahasiswa PTS

Hadisaputra menjelaskan, Syawalan di lingkungan Muhammadiyah merupakan momentum mempererat silaturahmi dan mempertautkan kembali hubungan sosial setelah Ramadan.

Tradisi ini juga dikenal sebagai Halal Bihalal yang telah dirintis Muhammadiyah sejak awal abad ke-20, sebagaimana tercatat dalam Majalah Suara Muhammadiyah tahun 1924, sebelum kemudian populer secara luas setelah kemerdekaan.

Menurutnya, Syawalan tidak sekadar tradisi tahunan, melainkan bagian dari ingatan sosial yang telah lama hidup dalam budaya Islam Indonesia.

Baca Juga : Ancaman Siber Mengintai, Deng Ical Sebut Indonesia Jadi Target Sekaligus Arena

Momentum ini juga menjadi jembatan antara kesalehan personal selama Ramadan dengan tanggung jawab sosial di tengah masyarakat.

“Ramadan melatih pengendalian diri dan empati. Syawal menjadi ruang pembuktian apakah nilai-nilai itu tercermin dalam relasi sosial yang lebih baik,” jelasnya.

Pelaksanaan Syawalan tahun ini dipercayakan kepada Universitas Muhammadiyah Makassar sebagai penyelenggara.

Baca Juga : Syawalan Muhammadiyah Sulsel Dimajukan 28 Maret, Mendikdasmen Abdul Mu’ti Dipastikan Hadir

Penunjukan ini menegaskan peran strategis kampus dalam Muhammadiyah, tidak hanya sebagai pusat akademik, tetapi juga sebagai ruang kaderisasi, dakwah, dan konsolidasi gerakan.

“Unismuh Makassar siap menjadi tuan rumah Syawalan 1447 Hijriah. Ini momentum silaturahmi akbar untuk memperkuat ukhuwah dan semangat berkemajuan,” kata Hadisaputra.

Dalam susunan panitia, Rektor Unismuh, Abd Rakhim Nanda, ditunjuk sebagai ketua panitia. Sementara Wakil Rektor I, Andi Sukri Syamsuri, dan Wakil Rektor II, Ihyani Malik, masing-masing dipercaya sebagai sekretaris dan bendahara.

Syawalan Muhammadiyah Sulsel tahun ini diperkirakan dihadiri sekitar 10.000 peserta, terdiri dari pimpinan daerah Muhammadiyah se-Sulsel, pimpinan amal usaha, organisasi otonom, serta warga Muhammadiyah dari berbagai daerah.

“Syawalan ini merangkum tiga hal utama, yakni tradisi, silaturahmi, dan konsolidasi gerakan,” tutup Hadisaputra.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda